Buru Mason Greenwood: Roma, Fenerbahce, dan Atletico Madrid Bersaing di Tengah Krisis Keuangan Marseille
Baca dalam 60 detik
- Olympique Marseille bersedia menurunkan banderol Mason Greenwood menjadi €40-42 juta plus bonus, memicu persaingan tiga klub Eropa.
- Roma, Fenerbahce, dan Atletico Madrid saling unggul dalam aspek biaya transfer, gaji, dan strategi penjualan pemain.
- Nasib Greenwood bergantung pada keputusannya sendiri, sementara Marseille terdesak menjual karena kondisi finansial yang genting.

Persaingan merebut tanda tangan Mason Greenwood memasuki babak baru setelah Olympique Marseille dilaporkan bersedia menerima tawaran sekitar €46 juta untuk pemain sayap asal Inggris tersebut. Klub Ligue 1 itu kini berhadapan dengan tiga peminat serius: AS Roma, Fenerbahce, dan Atletico Madrid, yang masing-masing memiliki keunggulan dan kendala tersendiri.
Roma, yang musim depan akan tampil di Liga Champions setelah finis di posisi kedua Serie A, menjadikan Greenwood sebagai target utama pelatih Gian Piero Gasperini. Namun, permintaan awal Marseille sebesar €50 juta menjadi batu sandungan bagi klub ibu kota Italia tersebut. Di sisi lain, Fenerbahce siap menawarkan gaji lebih tinggi—€7 juta per musim dibandingkan €5 juta dari Roma—tetapi nilai transfer yang diajukan lebih rendah.
Kejutan muncul dalam 24 jam terakhir setelah L'Equipe mengabarkan bahwa Atletico Madrid ikut merapat. Klub asal Spanyol itu secara finansial mampu mengungguli Roma dan Fenerbahce, namun hanya jika mereka terlebih dahulu melepas Julian Alvarez atau Alexander Sorloth. Langkah ini menunjukkan bahwa Atletico serius memperkuat lini serang, meski harus menyeimbangkan neraca keuangan.
Menurut pakar transfer Sportitalia, Alfredo Pedullà, masalah keuangan yang mendera Marseille memaksa mereka menurunkan ekspektasi. Klub asal Prancis itu kini bersedia menerima €40-42 juta sebagai biaya tetap, ditambah bonus hingga €6 juta. Langkah ini diambil karena Marseille membutuhkan dana segar, meskipun 40 persen dari hasil penjualan harus diserahkan kepada Manchester United—klub masa kecil Greenwood.
Keputusan akhir kemungkinan besar berada di tangan Greenwood. Pemain berusia 22 tahun itu dikabarkan tidak senang dengan cara Marseille mendorongnya keluar, namun ia harus mempertimbangkan tawaran dari tiga klub yang bersaing. Bagi pengamat sepak bola Indonesia, persaingan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa memanfaatkan situasi finansial lawan untuk mendapatkan pemain berkualitas dengan harga lebih murah. Fenomena serupa kerap terjadi di Liga 1, di mana klub-klub besar Indonesia kerap memanfaatkan kesulitan keuangan klub lain untuk merekrut pemain bintang.
Ke depannya, pertanyaan yang mengemuka adalah: apakah Greenwood akan memilih tantangan baru di Serie A bersama Roma, petualangan di Turki bersama Fenerbahce, atau bergabung dengan raksasa La Liga Atletico Madrid? Atau mungkinkah ada kejutan lain di menit-menit akhir bursa transfer?



