Van Dijk: 'Kakak' yang Menjadi Kunci Pertahanan Belanda di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Virgil van Dijk dinilai sebagai pemimpin lini belakang Belanda yang solid, meski usianya sudah 34 tahun.
- Mantan rivalnya, Olivier Giroud, menyebut Van Dijk sebagai salah satu bek terberat yang pernah dihadapinya.
- Belanda belum mencapai final Piala Dunia sejak 2010, dan Van Dijk diharapkan menjadi motor perubahan.

Virgil van Dijk, bek tengah Belanda yang kini berusia 34 tahun, menjadi figur sentral di balik pertahanan tim Oranye yang dianggap sebagai salah satu yang terkuat di Piala Dunia 2026. Olivier Giroud, mantan penyerang timnas Prancis yang pernah menjadi rival sengit Van Dijk di Liga Inggris, memberikan pujian tinggi terhadap kemampuan dan kepemimpinan bek Liverpool tersebut.
Menurut Giroud, pertahanan yang solid adalah fondasi utama bagi tim yang ingin menjadi juara dunia. "Saya belum pernah melihat tim memenangkan Piala Dunia tanpa pertahanan yang kokoh," ujarnya. Giroud menilai lini belakang Belanda yang terdiri dari Denzel Dumfries, Jan Paul van Hecke, Van Dijk, dan Micky Van de Ven memiliki kombinasi kecepatan, energi, dan fisik yang luar biasa. Meskipun Van Dijk sempat mengalami penurunan performa bersama Liverpool, Giroud yakin hal itu lebih disebabkan oleh masalah tim secara keseluruhan, bukan karena penurunan kualitas individu.
Giroud, yang kini menjadi analis sepak bola, mengakui bahwa Van Dijk adalah salah satu bek terberat yang pernah ia hadapi, bersama Sergio Ramos dan Pepe. Ia mengenang duel-duel sengit di masa lalu, termasuk momen ikonik saat ia berhasil memenangi duel fisik melawan Van Dijk dalam pertandingan Chelsea vs Liverpool pada 2018. "Dia memanggilku 'bogeyman' karena gol-gol yang aku cetak ke gawangnya, tapi kami saling menghormati," kenang Giroud.
Giroud juga menyoroti peran Van Dijk sebagai "kakak" di timnas Belanda. "Dia adalah kapten, semacam kakak bagi tim nasional sekarang. Dia harus menunjukkan jalan dan memberi contoh di lapangan," kata Giroud. Meskipun Belanda tidak dianggap sebagai favorit utama, Giroud menilai mereka layak diperhitungkan berkat talenta yang dimiliki, dengan Van Dijk sebagai sosok sentral.
Di sisi lain, Giroud juga memuji pertahanan Jerman yang diperkuat Antonio Rudiger, mantan rekan setimnya di Chelsea. Menurutnya, Rudiger adalah salah satu bek terbaik jika dalam kondisi prima. Namun, ia menekankan bahwa keseimbangan tim secara keseluruhan lebih penting. "Tidak peduli seberapa bagus bek Anda, Anda juga butuh gelandang yang melindungi mereka," tegasnya. Giroud mencontohkan Argentina yang memiliki lini tengah kuat untuk menutupi kelemahan Lionel Messi dalam bertahan, serta Brasil dengan Bruno Guimaraes dan Casemiro.
Bagi Indonesia, pelajaran dari analisis Giroud ini relevan dalam konteks pengembangan sepak bola nasional. Timnas Indonesia, yang tengah membangun skuad untuk masa depan, dapat mencontoh pentingnya fondasi pertahanan yang kokoh dan peran pemimpin senior di lapangan. Kehadiran pemain seperti Van Dijk yang mampu menjadi panutan dan mengorganisir lini belakang menjadi kunci keberhasilan sebuah tim di turnamen besar.
Pertanyaan besarnya, mampukah Van Dijk dan Belanda memutus puasa final sejak 2010? Atau justru tim-tim seperti Argentina dan Brasil yang akan mendominasi? Piala Dunia 2026 masih menyisakan banyak kejutan.



