Newcastle Lepas Tonali ke Tottenham, Dana Segar Rp2 Triliun Siap Dibakar
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan transfer Sandro Tonali ke Tottenham senilai total £100 juta memberi Newcastle kelonggaran finansial untuk belanja pemain musim panas ini.
- Dengan tambahan dana dari penjualan Isak dan Gordon, Newcastle mengantongi lebih dari £300 juta dan siap memanfaatkan aturan biaya skuad baru mulai 2026/27.
- Target utama Newcastle termasuk Archie Gray dari Tottenham, Bazoumana Touré dari Hoffenheim, dan beberapa pemain muda potensial lainnya untuk memperkuat skuad Eddie Howe.

Newcastle United akhirnya melepas gelandang andalan mereka, Sandro Tonali, ke Tottenham Hotspur dengan nilai transfer mencapai £100 juta. Keputusan ini bukan sekadar transaksi biasa, melainkan bagian dari strategi besar The Magpies untuk membangun kembali skuad di bawah tekanan regulasi keuangan yang semakin ketat.
Kesepakatan antara kedua klub mencakup biaya awal £92,5 juta ditambah bonus £7,5 juta. Langkah ini memungkinkan Tottenham menyelesaikan renovasi lini tengah di bawah arahan Roberto De Zerbi, setelah sebelumnya mereka merekrut Mateus Fernandes dari West Ham. Bagi Newcastle, penjualan Tonali menjadi yang ketiga dalam jajaran pemain bintang setelah Alexander Isak dan Anthony Gordon hengkang dalam dua bursa terakhir.
Menurut jurnalis kawasan Timur Laut Inggris, Mark Douglas, manajemen Newcastle sebenarnya enggan melepas Tonali ke Spurs. Namun, nilai transfer yang tinggi membuat mereka bisa leluasa bergerak di bursa musim panas. "Preferensi awalnya bukan menjual ke Tottenham, tapi orang dalam mengatakan biaya ini memungkinkan NUFC memperkuat beberapa posisi dengan talenta potensial tinggi," tulis Douglas dalam laporannya untuk iNews.
Secara kumulatif, Newcastle telah mengantongi lebih dari £300 juta dari penjualan tiga pemain: Isak (£125 juta), Gordon (£80 juta dengan bonus), dan Tonali (£100 juta). Jumlah ini menjadi modal besar menjelang pemberlakuan aturan baru Squad Cost Rules (SCR) pada musim 2026/27, yang membatasi pengeluaran klub hanya 85 persen dari pendapatan. Dengan dana segar ini, Newcastle diprediksi akan agresif di bursa tanpa khawatir melanggar batas finansial.
Kepergian Tonali juga berdampak pada rival sekota Tottenham, Arsenal. Newcastle dipastikan tidak akan melepas Bruno Guimaraes dalam jendela yang sama, sehingga lini tengah The Gunners tidak akan mendapatkan tambahan amunisi dari St. James' Park. Manajemen Newcastle sadar bahwa kehilangan dua gelandang bintang sekaligus akan sangat merugikan.
Fokus utama Newcastle kini adalah merekrut pemain muda berbakat. Salah satu target utama adalah Archie Gray, gelandang Tottenham berusia 20 tahun yang tampil impresif musim lalu. Gray mencatatkan 24 penampilan di Premier League dengan dua gol dan dua assist, serta mampu bermain di berbagai posisi termasuk bek tengah saat krisis cedera. Pelatih Brentford, Thomas Frank, memuji ketahanan mental Gray sebagai "karakter yang tepat".
Selain Gray, Newcastle juga dikabarkan telah menyepakati transfer Bazoumana Touré dari Hoffenheim senilai £43 juta. Pemain sayap Pantai Gading berusia 20 tahun itu mencetak lima gol dan sembilan assist di Bundesliga musim lalu. Dua nama lain yang masuk radar adalah Lamine Camara dari Monaco dan Johan Manzambi, pemain muda asal Swiss yang tengah naik daun.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, strategi Newcastle ini menarik dicermati. Klub-klub Eropa kini semakin agresif merekrut pemain muda dari Afrika dan Asia, membuka peluang bagi talenta Tanah Air untuk menembus liga top. Namun, persaingan semakin ketat karena dana besar membuat klub seperti Newcastle bisa memborong bakat potensial dari seluruh dunia.
Dengan dana melimpah dan target yang jelas, Newcastle berpeluang besar membangun skuad kompetitif dalam dua musim ke depan. Pertanyaan besarnya: akankah Eddie Howe mampu memadukan pemain-pemain muda ini dengan sisa skuad senior yang ada, atau justru tekanan ekspektasi akan menjadi bumerang? Hanya waktu yang bisa menjawab.



