Arsenal Siapkan Tawaran £80 Juta untuk Bruno Guimaraes: Pewaris Granit Xhaka di Lini Tengah?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan akan mengajukan tawaran sebesar £80 juta untuk merekrut gelandang Newcastle United, Bruno Guimaraes, yang menolak perpanjangan kontrak.
- Guimaraes dinilai memiliki karakter agresif dan kepemimpinan yang mirip dengan Granit Xhaka, yang kini dikabarkan akan bergabung dengan Chelsea.
- Jika transfer ini terwujud, Arsenal berharap Guimaraes bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan Xhaka dan mendorong tim meraih gelar Premier League.

Arsenal dikabarkan siap menggelontorkan dana sebesar £80 juta untuk memboyong gelandang Newcastle United, Bruno Guimaraes, ke Emirates Stadium pada bursa transfer musim panas ini. Langkah ini diambil setelah pemain asal Brasil itu memberikan sinyal tidak akan memperpanjang kontraknya di St James' Park, membuka peluang bagi The Gunners untuk mendatangkan sosok yang dinilai sebagai pewaris Granit Xhaka di lini tengah.
Ketertarikan Arsenal terhadap Guimaraes sebenarnya sudah berlangsung lama, bahkan sebelum ia bergabung dengan Newcastle pada Januari 2022. Namun, baru pada musim panas ini pihak klub merasa optimistis dapat merealisasikannya setelah mendapat dorongan dari agen pemain. Menurut laporan TEAMtalk, Arsenal telah mengadakan pembicaraan ekstensif dengan perwakilan Guimaraes dalam beberapa pekan terakhir dan kini semakin yakin kesepakatan bisa tercapai, asalkan kedua klub sepakat mengenai nilai transfer.
Jika transfer ini terwujud, Guimaraes akan menjadi rekrutan ketiga Arsenal di lini tengah setelah Declan Rice dan Martin Zubimendi. Manajer Mikel Arteta disebut ingin menambah kedalaman skuad setelah Zubimendi kelelahan menjalani musim padat pertandingan. Selain Guimaraes, Arsenal juga memantau gelandang muda Lille, Ayyoub Bouaddi, dan berpotensi membajak target Tottenham, Sandro Tonali.
Perbandingan antara Guimaraes dan Xhaka bukan tanpa alasan. Keduanya dikenal sebagai gelandang bertipe keras, agresif, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Guimaraes, yang kini menjadi kapten Newcastle, kerap disebut sebagai pemain yang sulit dilawan namun sangat berharga bagi timnya sendiri—karakteristik yang melekat pada Xhaka selama membela Arsenal. Rekan setim Guimaraes di tim nasional Brasil, Gabriel Martinelli, bahkan pernah menyebutnya sebagai "salah satu gelandang terbaik di dunia."
Dari segi statistik, Guimaraes juga menunjukkan produktivitas yang sebanding dengan Xhaka pada musim terakhirnya di Arsenal. Pada musim 2022/23, Xhaka mencatatkan 9 gol dan 7 assist di semua kompetisi. Sementara itu, Guimaraes pada musim lalu berhasil menyumbang 9 gol dan 6 assist di Premier League, menandakan kemampuannya sebagai gelandang yang rajin menusuk ke kotak penalti.
Bagi Arsenal, merekrut Guimaraes bukan hanya soal menggantikan Xhaka, tetapi juga menambah daya gedor dan ketangguhan di lini tengah. Di usia 28 tahun, Guimaraes berada di puncak kariernya dan dianggap sebagai pemain yang siap memberikan dampak instan. Jika kesepakatan ini terwujud, Arsenal akan memiliki trio gelandang yang tangguh: Rice, Zubimendi, dan Guimaraes—sebuah kombinasi yang bisa menjadi kunci untuk merebut gelar Premier League musim depan.
Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah Newcastle bersedia melepas kaptennya di tengah ambisi mereka untuk bersaing di papan atas? Dengan Guimaraes yang enggan menandatangani kontrak baru, The Magpies mungkin terpaksa menjualnya agar tidak kehilangan secara gratis di masa depan. Arsenal pun harus bersaing dengan klub lain yang juga memantau situasi ini. Akankah Arteta akhirnya mendapatkan sosok yang ia cari untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Xhaka?



