Brighton Resmi Rekrut Bek Timnas Austria Michael Svoboda dari Venezia
Baca dalam 60 detik
- Brighton & Hove Albion mengumumkan perekrutan bek Michael Svoboda dengan kontrak empat tahun senilai โฌ5 juta dari Venezia.
- Pemain 27 tahun itu merupakan kapten Venezia yang membawa tim promosi ke Serie A dan kini bergabung dengan klub Premier League.
- Kedatangan Svoboda menambah opsi lini pertahanan Brighton yang tengah dibangun ulang, sekaligus memperkuat koneksi klub dengan pemain Austria.

Brighton & Hove Albion resmi mengumumkan perekrutan bek tengah Michael Svoboda dari Venezia dengan nilai transfer โฌ5 juta, memperkuat lini belakang mereka jelang musim 2026/27. Pemain tim nasional Austria berusia 27 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi empat tahun hingga 2030.
Svoboda, yang menghabiskan enam musim bersama Venezia, menjadi kapten tim saat mereka meraih gelar Serie B musim lalu. Dalam 29 penampilan, ia menyumbang tiga gol dan dua assist. Sebelumnya, ia juga bermain di Serie A pada musim 2021/22 dan 2024/25, menunjukkan pengalaman di level tertinggi Italia.
Pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, menyambut baik kedatangan Svoboda. โMichael menjalani musim fantastis bersama Venezia, memimpin mereka sebagai kapten meraih gelar liga. Ia memiliki sejumlah atribut yang kami yakini akan membantunya beradaptasi dengan cara bermain kami, baik saat menguasai bola maupun tidak,โ ujar Hurzeler dalam pernyataan resmi klub. โIa juga menambah persaingan di area yang ingin kami perkuat. Banyak klub yang mengejarnya musim panas ini, saya senang dia memilih Brighton.โ
Perekrutan ini menarik perhatian karena Svoboda merupakan bagian dari skuad Austria yang akan bertemu Spanyol dalam perebutan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Dengan demikian, ia akan bergabung dengan Brighton setelah turnamen, memberikan waktu bagi klub untuk mempersiapkan integrasinya.
Bagi Brighton, langkah ini menunjukkan strategi mereka yang konsisten merekrut pemain dengan potensi jual tinggi dan pengalaman di liga Eropa. Svoboda diharapkan mampu bersaing dengan bek-bek seperti Lewis Dunk dan Jan Paul van Hecke untuk tempat di starting XI. Kedatangannya juga memperkuat koneksi Brighton dengan pemain Austria, setelah sebelumnya klub merekrut pemain seperti Pascal Gross (meski berpaspor Jerman) dan kini memiliki pemain Austria di skuad.
Dari sisi Indonesia, meski tidak ada dampak langsung, pergerakan bursa transfer Premier League selalu menjadi perhatian penggemar sepak bola Tanah Air. Brighton sendiri memiliki basis penggemar yang cukup besar di Indonesia berkat gaya bermain atraktif dan keberhasilan mereka di bawah asuhan Roberto De Zerbi sebelumnya. Kini dengan Hurzeler, klub terus membangun skuad kompetitif.
Ke depan, tantangan bagi Svoboda adalah beradaptasi dengan kecepatan dan fisik Premier League yang lebih tinggi dibanding Serie A. Namun, pengalamannya di Italia dan pentas internasional diharapkan membantunya. Pertanyaannya, akankah ia mampu merebut tempat reguler di lini belakang Brighton yang cukup ketat persaingannya?



