Gagal Dapatkan Elliot Anderson, Manchester United Alihkan Target ke Mateus Fernandes
Baca dalam 60 detik
- Manchester City dikabarkan telah menyepakati transfer Elliot Anderson dari Nottingham Forest dengan nilai ยฃ116 juta, memaksa Manchester United mencari alternatif.
- Setan Merah disebut siap menggelontorkan dana ยฃ85 juta untuk merekrut Mateus Fernandes dari West Ham United, yang dinilai memiliki profil serupa dengan Anderson.
- Kedua gelandang muda ini unggul dalam distribusi bola dan kerja keras, menjadi solusi potensial menggantikan peran Casemiro yang mulai menurun.

Manchester United harus mengubur ambisi mendatangkan Elliot Anderson setelah Manchester City memenangkan perlombaan untuk merekrut gelandang Nottingham Forest tersebut dengan nilai transfer mencapai ยฃ116 juta. Angka tersebut menjadikan Anderson sebagai pemain termahal kedua dalam sejarah Premier League, sejajar dengan Florian Wirtz. Bagi United, kekalahan ini memaksa mereka segera mengaktifkan rencana cadangan di bursa transfer musim panas ini.
Anderson, yang musim lalu tampil gemilang bersama Forest dan mendapat pujian dari Thomas Tuchel sebagai "salah satu gelandang terbaik Premier League", memang menjadi incaran utama United untuk memperkuat lini tengah. Namun, banderol selangit yang diminta Forest membuat United mundur. Sebagai gantinya, manajemen klub mulai serius mengejar Mateus Fernandes, gelandang West Ham United yang dibanderol ยฃ85 juta. Menurut laporan Florian Plettenberg dari Sky Sports Germany, United masih "bertekad" untuk mendatangkan pemain berusia 21 tahun itu meskipun harus bersaing dengan Tottenham Hotspur. Negosiasi dengan West Ham disebut masih berlangsung, namun kesepakatan pribadi dengan pemain telah tercapai.
Keputusan United untuk beralih ke Fernandes bukan tanpa alasan. Mantan gelandang Jo Tessem menggambarkan Fernandes sebagai "gelandang Premier League sejati" yang memiliki kemampuan passing, kecepatan, dan kecerdasan bermain yang mumpuni. Statistik musim lalu menunjukkan bahwa Fernandes tidak kalah dengan Anderson dalam hal jarak tempuh dan progresi bola. Anderson mencatatkan 1,13 progressive carry per 90 menit, sementara Fernandes hanya sedikit di bawahnya dengan 1,10. Keduanya juga unggul dalam memutus serangan lawan dan menjadi pekerja keras di lini tengah.
Bagi United, kepergian Casemiro yang mulai kehilangan energi menjadi celah yang harus segera diisi. Gelandang Brasil itu hanya mencatatkan 0,35 progressive carry per 90 menit musim lalu, jauh di bawah standar yang dibutuhkan tim asuhan Michael Carrick. Fernandes, dengan usia yang lebih muda dan kemampuan menjelajah lapangan yang luas, dinilai sebagai kandidat ideal untuk mengisi peran tersebut. Meski banderol ยฃ85 juta terbilang mahal, angka itu masih lebih realistis dibandingkan tuntutan Forest untuk Anderson.
Dari sudut pandang penggemar sepak bola Indonesia, perburuan gelandang muda berbakat di Premier League selalu menarik untuk diikuti. Kedua pemain ini menjadi contoh bagaimana klub-klub top Eropa berlomba mendapatkan talenta terbaik dengan harga selangit. Bagi United, kegagalan mendapatkan Anderson justru bisa menjadi berkah tersembunyi jika Fernandes mampu tampil konsisten dan menjadi bintang masa depan. Namun, tekanan untuk segera beradaptasi di Old Trafford tentu tidak ringan, mengingat ekspektasi tinggi dari suporter Setan Merah.
Ke depannya, United masih harus menyelesaikan negosiasi dengan West Ham dan meyakinkan Fernandes untuk memilih Old Trafford ketimbang Tottenham. Jika transfer ini terwujud, United akan kembali menggelontorkan dana besar di bursa transfer, menunjukkan ambisi mereka untuk kembali bersaing di papan atas Premier League. Pertanyaannya, apakah Fernandes mampu menjadi solusi jangka panjang di lini tengah United, atau justru menjadi pembelian mahal lainnya yang tidak sesuai harapan?



