Banjir Belanja Pemain, Tottenham Siap Caplok Tonali dan Fernandes demi Bangkit dari Degradasi
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur menggelontorkan dana besar untuk merekrut Sandro Tonali dan Mateus Fernandes setelah dua musim beruntun finis di peringkat 17 Liga Inggris.
- Kedatangan dua gelandang top itu diprediksi menggeser posisi Lucas Bergvall, yang kabarnya mulai mencari klub baru karena minim menit bermain.
- Persaingan transfer kian memanas: Arsenal siap membajak Tonali, sementara Manchester United juga memburu Fernandes.

Setelah dua musim beruntun terpuruk di peringkat 17 Liga Inggris, Tottenham Hotspur tak main-main dalam bursa transfer musim panas ini. Klub asal London Utara itu dikabarkan siap menggelontorkan dana hingga ยฃ185 juta untuk mendatangkan dua gelandang bintang sekaligus: Sandro Tonali dari Newcastle United dan Mateus Fernandes dari West Ham United. Langkah agresif ini menjadi sinyal bahwa Spurs tak ingin kembali terdegradasi dan berambisi membangun skuad kompetitif di bawah arahan pelatih anyar Roberto De Zerbi.
Sejauh ini, Tottenham sudah bergerak cepat dengan merekrut bek Jan Paul van Hecke dari Brighton seharga ยฃ52 juta, serta mendatangkan Andy Robertson dan Marcos Senesi secara gratis dari Liverpool dan Bournemouth. Kini fokus mereka beralih ke lini tengah. Menurut laporan terbaru, Spurs tengah menyiapkan tawaran ยฃ100 juta untuk Tonali, yang akan memecahkan rekor transfer klub. Sementara itu, Fernandes dibanderol sekitar ยฃ85 juta oleh West Ham.
Namun, ambisi Tottenham tak berjalan mulus. Arsenal disebut-sebut siap membajak Tonali, dan sang pemain dikabarkan lebih memilih bergabung dengan The Gunners jika keduanya secara resmi mengajukan penawaran. Di sisi lain, Manchester United juga mengincar Fernandes, meski peluang Spurs untuk mendapatkan pemain asal Portugal itu dinilai lebih besar. Jurnalis transfer Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa Fernandes terbuka untuk bergabung dengan kedua klub dan tengah menunggu kesepakatan biaya transfer.
Kedatangan dua gelandang top ini jelas menjadi kabar buruk bagi para gelandang Tottenham yang sudah ada, terutama Lucas Bergvall. Pemain asal Swedia berusia 20 tahun itu sempat dijuluki "generasi baru Luka Modric" oleh The Athletic berkat sentuhan pertamanya yang brilian. Namun, cedera dan minimnya kepercayaan dari De Zerbi membuatnya hanya menjadi starter sekali di bawah pelatih asal Italia tersebut. Bergvall bahkan menjadi pemain cadangan yang tak dimainkan dalam dua laga terakhir musim lalu.
Tak heran jika Bergvall dikabarkan mulai mencari jalan keluar. Chelsea dan Aston Villa disebut-sebut siap menampungnya. Kepergian Bergvall tentu akan menjadi pukulan bagi suporter Spurs, mengingat ia adalah salah satu talenta muda terbaik yang berhasil direkrut klub dalam beberapa tahun terakhir. Namun, dengan ambisi besar Tottenham untuk segera bangkit, mengorbankan pemain muda demi mendatangkan bintang siap pakai mungkin menjadi pilihan yang tak terhindarkan.
Bagi sepak bola Indonesia, agresivitas Tottenham di bursa transfer ini bisa menjadi pelajaran berharga. Klub-klub Liga 1 yang kerap kesulitan mempertahankan pemain bintangnya mungkin perlu meniru pendekatan Spurs: berani berinvestasi besar pada pemain berkualitas untuk keluar dari zona degradasi dan bersaing di papan atas. Namun, risiko kehilangan pemain muda potensial seperti Bergvall juga harus diperhitungkan dengan matang.
Ke depan, Tottenham harus bisa menyeimbangkan antara belanja besar dan pengembangan pemain muda. Jika De Zerbi berhasil memaksimalkan potensi Tonali dan Fernandes, bukan tidak mungkin Spurs akan kembali ke papan atas Liga Inggris. Namun, jika gagal, investasi ratusan juta pound ini hanya akan menjadi bumerang. Pertanyaannya: apakah strategi all-out ini akan membawa Tottenham kembali ke kejayaan, atau justru menjerumuskan mereka ke dalam krisis finansial?



