Piala Dunia 2026: Tiga Pilar Mesir Cedera, Nasib Mohamed Salah di Laga Lawan Australia Masih Abu-abu
Baca dalam 60 detik
- Mesir memastikan tiga pemain kunci mengalami cedera saat laga pamungkas grup melawan Iran, dengan Mohamed Salah didiagnosis hamstring strain.
- Ahmed Fattouh dipastikan absen lawan Australia karena hamstring tear, sementara Mohamed Abdelmonem masih diupayakan pulih dari ankle bruising.
- Kekuatan Mesir di babak 32 besar terancam, meski tim medis optimistis Salah bisa dimainkan dengan program rehabilitasi intensif.

Kekhawatiran besar menyelimuti kubu Mesir jelang laga hidup mati melawan Australia di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Tiga pilar utama, termasuk kapten Mohamed Salah, mengalami cedera saat pertandingan terakhir fase grup melawan Iran, dan status mereka untuk laga di Dallas Stadium pada 3 Juli masih belum pasti.
Mesir sejatinya mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya, setelah melewati penyisihan grup tanpa kekalahan. Namun, kebahagiaan itu sirna seketika ketika tiga pemain kunci harus ditarik keluar saat laga melawan Iran berakhir imbang 1-1. Bek Nice, Mohamed Abdelmonem, menjadi korban pertama. Ia meninggalkan lapangan dengan menangis setelah mengalami cedera di awal pertandingan. Ini menjadi pukulan berat, mengingat Abdelmonem baru saja kembali dari cedera ACL yang membuatnya absen panjang.
Situasi semakin memburuk ketika Mohamed Salah meminta diganti pada menit ke-57 karena merasakan nyeri di paha belakang. Tak lama berselang, Ahmed Fattouh juga mengalami cedera serius yang memaksanya keluar. Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) kemudian merilis pernyataan resmi yang mengonfirmasi hasil pemindaian: Salah mengalami hamstring strain dan telah memulai perawatan. Sementara Fattouh didiagnosis hamstring tear yang membuatnya hampir mustahil pulih tepat waktu untuk laga melawan Australia. Adapun Abdelmonem mengalami ankle bruising parah dan tengah dipersiapkan untuk bermain.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Mesir merupakan salah satu tim kuat Afrika yang kerap menjadi barometer sepak bola benua hitam. Cedera massal yang menimpa skuad Pharaohs bisa mengubah peta persaingan di babak gugur, terutama jika mereka harus kehilangan Mohamed Salah yang menjadi motor serangan. Di sisi lain, Australia yang notabene merupakan wakil Asia (bergabung dengan AFC) memiliki peluang lebih besar untuk melaju jika Mesir tampil tanpa kekuatan penuh. Hal ini bisa berdampak pada peringkat FIFA dan persepsi kekuatan sepak bola Asia, yang juga menjadi perhatian Indonesia sebagai sesama anggota AFC.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, kini harus bekerja keras menyusun strategi alternatif. Tim medis disebut berlomba dengan waktu untuk memulihkan Abdelmonem agar tidak kembali ke meja operasi. Sementara untuk Salah, harapan masih ada berkat program pemulihan yang agresif. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada respons tubuh sang bintang Liverpool terhadap perawatan.
Pertanyaan besarnya: apakah Mesir mampu mengulang kejutan tanpa tiga pilar andalannya? Atau justru cedera ini menjadi batu sandungan yang mengakhiri perjalanan bersejarah mereka? Laga melawan Australia akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedalaman skuad dan mentalitas juara Pharaohs.



