Pencarian Pelatih Baru Skotlandia: Tugas Berat Setelah Era Clarke
Baca dalam 60 detik
- Steve Clarke mundur setelah membawa Skotlandia ke tiga turnamen besar, namun gagal di fase grup Piala Dunia 2026.
- Asosiasi Sepak Bola Skotlandia harus segera mencari pengganti sebelum laga Nations League melawan Slovenia pada 26 September.
- Kandidat potensial seperti David Moyes dan Ange Postecoglou dianggap sulit direkrut, sementara pelatih lokal minim pengalaman.

Kepergian Steve Clarke dari kursi pelatih timnas Skotlandia meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA). Hanya sebulan setelah meneken kontrak baru berdurasi empat tahun, Clarke memutuskan mundur menyusul kegagalan di Piala Dunia 2026—kegagalan ketiga berturut-turut di turnamen besar setelah dua edisi Piala Eropa. Kini, SFA harus bergerak cepat mencari suksesor sebelum laga perdana Nations League melawan Slovenia pada 26 September mendatang.
Clarke, yang menjabat sejak Mei 2019, berhasil mengakhiri puasa panjang Skotlandia dengan lolos ke Piala Eropa 2020, Piala Eropa 2024, dan Piala Dunia 2026. Prestasi itu menjadikannya pelatih tersukses dalam sejarah modern Skotlandia. Namun, kegagalan di fase grup tiga turnamen beruntun—tanpa sekadar meraih kemenangan—menimbulkan pertanyaan soal arah permainan. Gaya pragmatis Clarke dinilai terlalu defensif, dan para penggemar mendambakan pendekatan lebih ofensif.
Mantan pemain sayap Skotlandia Pat Nevin menilai pekerjaan yang menanti suksesor Clarke sangat berat. “Ini kelompok pemain yang spesial, dan Clarke berhasil mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Tapi banyak dari mereka tidak akan bertahan lama. Usia 40 tahun mungkin terlihat muda di Piala Dunia, tapi kenyataannya tidak. Tidak jelas siapa kelompok pemain berikutnya,” ujar Nevin.
Mantan bintang Skotlandia James McFadden menambahkan bahwa tidak ada kandidat yang jelas, terutama dari kalangan lokal. “Banyak orang menginginkan pelatih Skotlandia, tapi saya rasa tidak banyak opsi di jalur itu. Yang terpenting adalah mendatangkan manajer terbaik yang bisa melanjutkan atau meningkatkan progres. Ini keputusan besar,” kata McFadden.
Sejumlah nama telah disebut-sebut. Derek McInnes baru saja menangani Rangers, sehingga mustahil pindah. David Moyes dianggap terlalu mapan di Everton. Sementara itu, pelatih lokal seperti Scot Gemmill (U-21 Skotlandia), Steven Naismith (eks asisten Clarke), dan John McGlynn (Falkirk) dianggap kurang berpengalaman atau terlalu tua. Darren Fletcher, mantan kapten timnas yang kini melatih U-18 Manchester United, dinilai masih minim jam terbang. Nama Ange Postecoglou juga muncul, namun reputasinya menurun setelah gagal di Tottenham dan Nottingham Forest.
Dari sisi finansial, SFA tidak perlu khawatir karena pemasukan dari tiga kali lolos ke turnamen besar cukup besar. Selain itu, peluang lolos ke Euro 2028 terbuka lebar mengingat Skotlandia sebagai tuan rumah otomatis mendapat jatah jika gagal di kualifikasi. Namun, regenerasi pemain menjadi tantangan—skuat saat ini termasuk yang tertua di Piala Dunia 2026. Pertanyaan besarnya: mampukah pelatih baru mempertahankan semangat tim sambil memperkenalkan gaya bermain yang lebih berani?



