Vincent Kompany hingga Wajah Baru: 18 Pelatih Bundesliga 2026/27 Siap Bersaing
Baca dalam 60 detik
- Bundesliga musim 2026/27 akan dihuni 18 pelatih dengan latar belakang beragam, mulai dari Vincent Kompany yang membawa Bayern Munich mencetak rekor 122 gol hingga pelatih muda seperti Merlin Polzin yang sukses membawa Hamburg promosi.
- Beberapa klub melakukan perombakan besar: Bayer Leverkusen menunjuk Carles Martínez sebagai pelatih ketiga dalam setahun, sementara Union Berlin bersejarah dengan pelatih wanita pertama sebelum digantikan Mauro Lustrinelli.
- Dominasi pelatih asing masih terasa, dengan kehadiran nama-nama seperti Niko Kovač (Dortmund) dan Adi Hütter (Frankfurt), namun pelatih lokal seperti Sebastian Hoeneß (Stuttgart) dan Julian Schuster (Freiburg) membuktikan kualitas.

Bundesliga musim 2026/27 akan menyajikan persaingan sengit tak hanya di atas lapangan, tetapi juga di bangku pelatih. Dari Vincent Kompany yang haus gelar hingga sejumlah pelatih anyar yang baru merasakan atmosfer kasta tertinggi Jerman, komposisi 18 arsitek tim musim depan menyimpan banyak cerita menarik.
Vincent Kompany, pelatih asal Belgia berusia 40 tahun, memasuki musim ketiganya bersama Bayern Munich dengan status sebagai kampiun. Setelah merebut kembali gelar Bundesliga dari Bayer Leverkusen pada musim perdananya dengan keunggulan 13 poin atas Borussia Dortmund, Kompany semakin perkasa musim lalu. Timnya memecahkan rekor gol terbanyak dalam satu musim Bundesliga (122 gol) dan meraih double winner, meski tersingkir di semifinal Liga Champions oleh Paris Saint-Germain. Kontraknya hingga 2029 menjadi bukti kepercayaan penuh klub.
Di kubu rival, Borussia Dortmund menunjuk Niko Kovač sejak Februari 2025. Pelatih kelahiran Berlin itu berhasil membawa Dortmund dari posisi 11 yang terancam gagal ke Liga Champions menjadi finis keempat, lalu meningkat menjadi runner-up musim 2025/26 dengan pertahanan terbaik (hanya kebobolan 34 gol). Kovač, yang pernah menjuarai DFB-Pokal bersama Frankfurt dan double winner bersama Bayern, menjadi andalan BVB untuk kembali ke puncak.
RB Leipzig melakukan perubahan mengejutkan dengan memecat Ole Werner meski finis ketiga. Sebagai gantinya, Martín Demichelis—mantan bek Bayern yang pernah juara Bundesliga—dipercaya menangani tim. Demichelis punya pengalaman juara di Argentina sebagai pelatih, serta pernah menangani Monterrey (Meksiko) dan Mallorca (Spanyol).
Sebastian Hoeneß masih menjadi simbol kebangkitan Stuttgart. Sejak ditunjuk pada April 2023 saat Stuttgart terpuruk di zona degradasi, keponakan legenda Bayern Uli Hoeneß itu berhasil membawa tim ke dua final DFB-Pokal (satu gelar) dan dua kali lolos ke Liga Champions. Dengan rekrutan cerdas dan taktik solid, Stuttgart kini kembali disegani.
Kisah menarik datang dari Freiburg. Julian Schuster, yang baru pertama kali menangani tim senior, mampu membawa Freiburg ke final Europa League setelah finis kelima di musim perdananya menggantikan Christian Streich. Meski kalah dari Aston Villa, pencapaian itu luar biasa bagi klub kecil.
Bayer Leverkusen, yang musim lalu mengecewakan, menunjuk Carles Martínez sebagai pelatih ketiga dalam setahun. Mantan pelatih Toulouse itu diharapkan mengembalikan kejayaan Leverkusen dengan filosofi sepak bola menyerang yang ia terapkan di Ligue 1.
Union Berlin mencatat sejarah musim lalu dengan menunjuk Marie-Louise Eta sebagai pelatih wanita pertama di Bundesliga, meski ia kemudian beralih ke tim wanita. Kini, Mauro Lustrinelli dari Swiss datang dengan reputasi membawa Thun meraih gelar juara Swiss.
Dari kubu promosi, Schalke kembali ke Bundesliga setelah tiga tahun absen di bawah asuhan Miron Muslić. Pelatih asal Bosnia itu sebelumnya mengejutkan dengan mengalahkan Liverpool di FA Cup bersama Plymouth, lalu membawa Schalke juara Bundesliga 2. Sementara itu, Paderborn promosi lewat play-off berkat kerja keras Ralf Kettemann, yang sebelumnya hanya asisten di Hoffenheim II.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, Bundesliga selalu menjadi liga yang menarik karena gaya permainan cepat dan banyaknya pemain muda berbakat. Kehadiran pelatih-pelatih inovatif seperti Kompany dan Hoeneß bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan sepak bola nasional, terutama dalam hal pembinaan pelatih muda. Selain itu, beberapa pemain Indonesia seperti Elkan Baggott dan Pratama Arhan mungkin bisa menjadi jembatan untuk lebih banyak talenta Tanah Air yang merumput di Jerman.
Musim 2026/27 akan menjadi ujian bagi para pelatih baru dan lama. Akankah Kompany mempertahankan dominasi Bayern? Mampukah Kovač membawa Dortmund juara? Atau justru kejutan dari tim promosi seperti Schalke atau Paderborn? Satu hal pasti: persaingan di Bundesliga tak pernah membosankan.



