Bayern Munich Rekrut Bintang Maroko Ismael Saibari: Opsi Taktik untuk Kompany
Baca dalam 60 detik
- Bayern Munich resmi mendatangkan gelandang serang Maroko, Ismael Saibari, dari PSV Eindhoven setelah sukses meraih double domestik musim lalu.
- Saibari, yang tampil gemilang di Piala Dunia 2026, diplot sebagai pelapis Harry Kane atau pesaing Jamal Musiala di posisi playmaker.
- Kehadirannya diharapkan memberi dimensi baru serangan Bayern, terutama dalam upaya merebut trofi Liga Champions.

Bayern Munich, yang baru saja mengamankan gelar ganda Bundesliga dan DFB-Pokal musim 2025/26, tak berpuas diri. Klub raksasa Jerman itu memanaskan lini serang mereka dengan merekrut bintang timnas Maroko, Ismael Saibari, dari PSV Eindhoven. Pemain berusia 25 tahun yang menjadi sorotan di Piala Dunia 2026 ini diharapkan memberikan fleksibilitas taktik bagi pelatih Vincent Kompany.
Saibari bukanlah nama asing di Eropa. Musim lalu, ia mencetak 15 gol dalam 27 penampilan di Eredivisie dan total 19 gol di semua kompetisi. Posturnya yang mencapai 1,85 meter membuatnya mampu menjadi target umpan silang sekaligus memiliki fisik kuat untuk bertahan di kotak penalti. Penampilannya bersama Maroko di Piala Dunia 2026 juga mencuri perhatian, memperkuat reputasinya sebagai pemain depan yang haus gol.
Kedatangan Saibari langsung memicu spekulasi mengenai perannya di Allianz Arena. Setidaknya ada tiga skema yang mungkin diterapkan Kompany. Pertama, sebagai pelapis langsung Harry Kane. Musim lalu, Kane nyaris tak tergantikan, hanya absen dalam tiga pertandingan Bundesliga. Nicolas Jackson yang dipinjam dari Chelsea tak mampu menjadi pengganti yang memadai dan kini telah kembali ke klub induknya. Saibari, dengan naluri golnya, bisa menjadi opsi rotasi yang lebih andal untuk menjaga kebugaran Kane.
Skema kedua, dan yang paling mungkin, adalah sebagai pesaing Jamal Musiala di posisi gelandang serang. Saibari memulai 21 dari 26 pertandingan Eredivisie musim lalu sebagai gelandang serang, dan juga tampil di empat dari tujuh laga Liga Champions. Selain mencetak gol, ia juga mencatatkan sembilan assist, menunjukkan visi dan kemampuannya mengalirkan bola ke rekan setim. Kehadirannya akan memberikan persaingan sehat bagi Musiala, yang selama ini menjadi satu-satunya playmaker senior murni di belakang Kane. Serge Gnabry dan Michael Olise bisa bermain di posisi itu, tetapi keduanya lebih nyaman di sayap.
Opsi ketiga, meski paling kecil kemungkinannya, adalah memainkan Saibari di sisi sayap. Bayern sudah memiliki stok pemain sayap melimpah: Olise dan Luis Dรญaz adalah starter tak tergantikan setelah mencetak total 30 gol dan 33 assist di Bundesliga musim lalu. Lennart Karl dan Gnabry juga siap sedia sebagai pelapis. Namun, Saibari yang bisa bermain di kedua sisi sayap, dengan kecepatan dan kemampuan menggiring bola, bisa menjadi alternatif jika terjadi cedera. Musim lalu, dalam tiga pertandingan sebagai sayap kiri, ia mencatat dua assist dan satu gol.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Bayern ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Eropa berburu talenta setelah Piala Dunia. Saibari, yang tampil apik bersama Maroko, menjadi contoh pemain yang nilainya meroket berkat turnamen global. Ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, untuk lebih jeli memantau pemain yang bersinar di ajang internasional.
Dengan tambahan amunisi baru, Bayern Munich optimistis bisa mempertahankan dominasi domestik dan menembus batas di Eropa. Pertanyaan besarnya: akankah Saibari menjadi kunci untuk mengakhiri puasa gelar Liga Champions? Atau justru akan menjadi pelapis yang hanya menghangatkan bangku cadangan? Musim depan akan menjawabnya.



