Daftar Lengkap Pegulat Makuuchi Turnamen Sumo Nagoya 2026: Hoshoryu dan Onosato Puncaki Ranking
Baca dalam 60 detik
- Asosiasi Sumo Jepang merilis daftar resmi 42 pegulat divisi Makuuchi untuk turnamen Nagoya yang berlangsung 12-26 Juli 2026 di IG Arena.
- Dua yokozuna, Hoshoryu dan Onosato, memuncaki ranking sisi timur dan barat, diikuti ozeki Kirishima dan Kotozakura yang baru saja bertarung di Paris.
- Turnamen ini menjadi ajang pembuktian bagi pegulat muda seperti Atamifuji dan Wakatakakage yang naik pangkat, serta ujian konsistensi bagi para veteran.

Asosiasi Sumo Jepang (JSA) secara resmi merilis daftar ranking divisi Makuuchi untuk Turnamen Grand Sumo Nagoya yang akan berlangsung pada 12 hingga 26 Juli 2026 di IG Arena, Nagoya. Daftar yang diumumkan pada Senin (29/6) itu menempatkan dua yokozuna, Hoshoryu (sisi timur) dan Onosato (sisi barat), sebagai pemuncak klasemenโsebuah sinyal bahwa persaingan gelar juara diprediksi berlangsung sengit.
Di bawah mereka, posisi ozeki ditempati oleh Kirishima dan Kotozakura. Keduanya baru saja tampil dalam turnamen eksibisi di Paris pada pertengahan Juni, di mana Kotozakura berhasil mengalahkan Hoshoryu di final. Performa impresif di Prancis itu membuat namanya semakin diperhitungkan sebagai penantang serius di Nagoya nanti. Sementara itu, jajaran sekiwake diisi oleh Atamifuji dan Kotoshoho, disusul oleh Wakatakakage dan Aonishiki di level komusubi.
Yang menarik perhatian adalah kehadiran sejumlah nama muda yang naik pangkat signifikan. Atamifuji, misalnya, berhasil menembus posisi sekiwake setelah serangkaian kemenangan di turnamen sebelumnya. Wakatakakage juga menunjukkan perkembangan pesat, kini duduk di peringkat komusubi. Di sisi lain, para veteran seperti Takayasu (M7) dan Mitakeumi (M11) masih bertahan di papan tengah, meskipun usia dan cedera menjadi tantangan tersendiri.
Bagi penggemar sumo di Indonesia, turnamen ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana hierarki kekuatan di dunia sumo terus bergeser. Dominasi yokozuna asal Mongolia seperti Hoshoryu masih kuat, namun munculnya pegulat Jepang seperti Onosato dan Atamifuji memberi warna baru. Di kancah regional, sumo memang belum sepopuler di Jepang, tetapi tayangan langsung turnamen via platform digital semakin mudah diakses, membuka peluang bagi komunitas olahraga tradisional ini untuk tumbuh di Asia Tenggara.
Dari sisi persaingan internal, pertarungan di lapisan maegashira juga patut disorot. Nama-nama seperti Daieisho (M4), Ura (M5), dan Asanoyama (M10) adalah mantan ozeki atau pegulat berpengalaman yang tengah berjuang kembali ke papan atas. Sementara itu, pendatang baru seperti Fujiseiun (M6) dan Asakoryu (M16) akan menjadi kuda hitam yang bisa mengejutkan. JSA menegaskan bahwa turnamen ini akan menjadi ujian ketahanan fisik dan mental, terutama setelah jadwal padat pasca-eksibisi Paris.
Ke depan, hasil turnamen Nagoya akan menentukan komposisi ranking untuk turnamen berikutnya di Tokyo pada September. Apakah Hoshoryu mampu mempertahankan status yokozuna-nya, atau justru Onosato yang akan merebut mahkota? Pertanyaan itu hanya bisa terjawab setelah 15 hari pertarungan sengit di atas dohyo.



