Tottenham Mulai Negosiasi dengan Monaco untuk Maghnes Akliouche
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur telah membuka pembicaraan dengan AS Monaco terkait transfer gelandang serang Maghnes Akliouche.
- Paris Saint-Germain menjadi pesaing utama, sementara Liverpool dan klub Premier League lain juga memantau situasi pemain Prancis berusia 24 tahun itu.
- Akliouche, lulusan akademi Monaco, mencatatkan 44 peluang tercipta di Ligue 1 musim lalu dan dianggap siap untuk pindah ke Inggris.

Tottenham Hotspur semakin agresif dalam perburuan playmaker anyar setelah secara resmi menjalin komunikasi dengan AS Monaco untuk merekrut Maghnes Akliouche. Langkah ini diambil Spurs di tengah kebutuhan mendesak memperkuat lini depan pasca musim 2025-26 yang mengecewakan.
Akliouche saat ini tengah membela timnas Prancis di Piala Dunia, meski perannya masih minim—hanya tampil tujuh menit sebagai pemain pengganti saat Les Bleus mengalahkan Irak 3-0. Bersaing dengan nama-nama seperti Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele membuatnya kesulitan menembus starting XI. Namun, pengamat sepak bola Antonio Mango memuji kualitas sang pemain: "Akliouche memiliki kemampuan luar biasa, penguasaan bola yang baik, dan kemampuan meliuk melewati lawan. Visinya juga luar biasa."
Musim lalu, Tottenham hanya mencetak 48 gol di Premier League di bawah tiga pelatih berbeda—Thomas Frank, Igor Tudor, dan Roberto De Zerbi—dengan pemain pinjaman Randal Kolo Muani yang gagal bersinar. Untuk itu, klub London utara itu berencana menambah amunisi di lini depan pada bursa transfer musim panas ini.
Paris Saint-Germain disebut sebagai pemimpin perburuan. Klub asuhan Luis Enrique itu baru saja meraih gelar Liga Champions untuk kedua kalinya berturut-turut, sehingga tawaran bermain di Parc des Princes sulit ditolak. Namun, menurut laporan Football Insider, Tottenham telah memberi tahu Monaco bahwa mereka ingin terus dipantau perkembangannya. Selain PSG, Liverpool dan sejumlah klub Premier League lain juga dikabarkan tertarik.
Bagi Indonesia, pergerakan ini menarik untuk diikuti karena persaingan klub-klub Eropa merebut pemain muda berbakat kerap memengaruhi pasar transfer Asia Tenggara. Jika Akliouche pindah ke Premier League, nilai pasarnya bisa meroket dan berpotensi memicu minat klub-klub kaya di kawasan. Sementara itu, Tottenham juga tengah berusaha memenuhi tuntutan gaji Sandro Tonali, yang ingin meninggalkan Newcastle United dan bergabung dengan rekan senegaranya, De Zerbi.
Akliouche, yang telah menjadi pilar Monaco dalam tiga musim Ligue 1 terakhir, tampaknya sudah siap untuk tantangan baru. Pertanyaannya, mampukah Spurs bersaing dengan daya tarik PSG dan klub-klub papan atas lainnya? Ataukah sang pemain akan memilih tetap di Prancis untuk melanjutkan dominasi di Eropa?



