Harry Kane Selamatkan Inggris dari Kehinaan, Siap Hadapi Meksiko di Azteca
Baca dalam 60 detik
- Harry Kane mencetak dua gol di 15 menit akhir untuk membalikkan ketertinggalan Inggris dari DR Congo, menghindarkan The Three Lions dari kekalahan memalukan di Piala Dunia 2026.
- Kane kini mengoleksi lima gol di turnamen ini, bersaing dengan Mbappe, Haaland, dan Messi dalam perebutan Sepatu Emas, sekaligus mencatat rekor 13 gol di Piala Dunia sepanjang kariernya.
- Inggris akan menghadapi tuan rumah Meksiko di Estadio Azteca pada babak 16 besar, sebuah tantangan berat mengingat rekor kandang Meksiko yang hanya kalah dua kali dalam 89 laga kompetitif.

Harry Kane kembali menjadi pahlawan Inggris. Dua golnya di 15 menit akhir pertandingan membalikkan keadaan saat tim asuhan Thomas Tuchel tertinggal 0-1 dari DR Congo, sekaligus menyelamatkan wajah skuad yang nyaris menelan kekalahan paling memalukan dalam sejarah Piala Dunia mereka. Kemenangan 2-1 di Atlanta itu memastikan langkah Inggris ke babak 16 besar, di mana mereka akan berhadapan dengan tuan rumah Meksiko di Estadio Azteca.
Pertandingan yang berlangsung di stadion beratap tertutup itu menyajikan drama yang menegangkan. DR Congo unggul lebih dulu melalui gol yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Inggris. Kiper Lionel Mpasi tampil gemilang dengan serangkaian penyelamatan, membuat Inggris frustrasi hingga menit ke-75. Namun, Kane menyamakan kedudukan lewat sundulan keras memanfaatkan umpan silang. Empat menit menjelang bubaran, ia melepaskan tembakan kaki kanan melengkung yang tak mampu dijangkau Mpasi, memicu euforia di kubu Inggris.
Kane, yang kini berusia 32 tahun, terus menunjukkan peningkatan seiring bertambahnya usia. Kemampuannya tidak hanya dalam mencetak gol, tetapi juga distribusi bola dan kepemimpinan di lapangan menjadi fondasi permainan Inggris. Rekan setimnya, Jude Bellingham, menyebut Kane sebagai pemain dan pribadi yang membanggakan untuk bermain bersamanya. Anthony Gordon, yang menjadi pemain pengganti kunci dengan kontribusi pada kedua gol, memuji konsistensi Kane: "Setiap hari di latihan, setiap pertandingan, dia selalu tampil di level tertinggi. Musim ini hanya Messi yang pernah melampaui catatannya."
Kemenangan ini juga menjadi napas lega bagi pelatih Thomas Tuchel. Kekalahan dari DR Congo bisa menjadi bencana besar mengingat target yang dibebankan FA kepadanya: memenangkan Piala Dunia. "Harry adalah kapten dan pemimpin kami. Dia memenangkan pertandingan dengan penyelesaian yang luar biasa," ujar Tuchel. Ia juga menyebut persaingan Sepatu Emas antara Kane, Kylian Mbappe, Erling Haaland, dan Lionel Messi sebagai "pertarungan para hiu yang mencium darah."
Selanjutnya, Inggris harus bersiap menghadapi ujian berat di Meksiko. Estadio Azteca, yang terletak di ketinggian lebih dari 2.100 meter di atas permukaan laut, dikenal sebagai kandang yang angker. Meksiko hanya kalah dua kali dalam 89 pertandingan kompetitif terakhir di stadion tersebut, dan tak terkalahkan dalam 10 laga Piala Dunia di sana. Kenangan pahit Inggris di Azteca adalah kekalahan 1-2 dari Argentina pada perempat final 1986, yang diwarnai gol "Tangan Tuhan" dan "Gol Abad Ini" milik Diego Maradona.
Dengan dukungan penuh dari publik tuan rumah yang fanatik, Inggris membutuhkan performa terbaik dari Kane dan seluruh tim. Namun, seperti yang terbukti di Atlanta, selama Kane masih ada di lapangan, harapan selalu menyala. Bisakah Kane kembali menjadi pembeda di Azteca?



