Atlet AS Rob Lea Taklukkan Selat Tsugaru, Cetak Sejarah 'Double Seven'
Baca dalam 60 detik
- Rob Lea menjadi manusia pertama yang menuntaskan tantangan Double Seven, yaitu menyeberangi tujuh selat dan mendaki tujuh puncak tertinggi di tujuh benua.
- Keberhasilan menyeberangi Selat Tsugaru dalam waktu 11 jam 43 menit menegaskan statusnya sebagai perenang ketahanan elit dunia.
- Prestasi ini membuka diskusi tentang potensi atlet Indonesia menaklukkan tantangan serupa di perairan Nusantara yang tak kalah ganas.

Seorang atlet ketahanan asal Amerika Serikat, Rob Lea (45), mencatatkan namanya dalam buku rekor dunia setelah berhasil menyeberangi Selat Tsugaru, Jepang, pada Selasa (1/7). Dalam waktu 11 jam 43 menit 35 detik, ia menyelesaikan renang sejauh 40 kilometer dari Nakadomari, Prefektur Aomori di ujung utara Pulau Honshu, menuju pesisir Fukushima di Hokkaido. Keberhasilan ini menjadikannya manusia pertama yang merampungkan tantangan 'Double Seven'โmenyeberangi tujuh selat dan mendaki tujuh puncak tertinggi di tujuh benua.
Selat Tsugaru dikenal sebagai salah satu perairan paling berbahaya di dunia karena arusnya yang deras dan tidak menentu. Menurut Yuka Ito dari Federasi Renang Selat Tsugaru, tantangan ini setara dengan berenang di antara dua samudra yang saling bertabrakan. Lea harus berhadapan dengan suhu air yang dingin, ombak tinggi, dan lalu lintas kapal yang padat. Namun, ia berhasil mengatasi semua rintangan itu dengan bantuan tim pendukung yang memantau kondisinya dari perahu.
Tantangan 'Double Seven' menggabungkan dua misi epik: 'Oceans Seven' yang mencakup tujuh selat tersulit di dunia, termasuk Selat Gibraltar dan Selat Cook, serta 'Seven Summits' yang menuntut pendakian ke puncak tertinggi di setiap benua, seperti Everest di Asia dan Aconcagua di Amerika Selatan. Lea sebelumnya telah menaklukkan keenam selat dan enam puncak lainnya, menjadikan Selat Tsugaru sebagai penyempurna misinya.
Prestasi Lea menjadi sorotan di kalangan atlet ketahanan global, termasuk di Indonesia. Perairan Nusantara seperti Selat Lombok, Selat Sunda, atau Selat Malaka memiliki karakteristik arus yang tak kalah menantang. Beberapa perenang jarak jauh Indonesia, seperti Arip Rahman, telah mencoba menyeberangi selat-selat tersebut, namun belum ada yang menyelesaikan tantangan 'Oceans Seven' apalagi 'Double Seven'. Menurut pengamat olahraga air, potensi atlet Indonesia untuk mengikuti jejak Lea sangat terbuka, terutama dengan dukungan pelatihan dan teknologi yang memadai.
Lea sendiri mengaku bahwa persiapan mental dan fisik yang matang menjadi kunci keberhasilannya. Ia berlatih di perairan dingin Alaska dan Selandia Baru untuk membiasakan diri dengan suhu ekstrem. 'Setiap selat memiliki kepribadiannya sendiri. Anda harus menghormatinya, bukan melawannya,' ujarnya dalam wawancara setelah tiba di Hokkaido.
Ke depan, tantangan serupa bisa menjadi ajang bagi perenang Indonesia untuk unjuk gigi di kancah internasional. Dengan kekayaan geografis yang dimiliki, Indonesia memiliki 'laboratorium alam' yang sempurna untuk melatih ketahanan di perairan terbuka. Pertanyaannya, akankah ada atlet Tanah Air yang berani mengambil tantangan 'Oceans Seven' dan mengukir sejarah seperti Rob Lea?



