Bek Cardiff City Perry Ng Habiskan Liburan di Singapura, Tekad Bela The Lions Makin Kuat
Baca dalam 60 detik
- Perry Ng, bek Cardiff City, memanfaatkan jeda musim untuk kembali ke Singapura dan memperkuat ikatan dengan negara asalnya.
- Selama di Singapura, ia aktif bermain sepak bola bersama anak-anak dan remaja, menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan sepak bola lokal.
- Keinginannya untuk membela timnas Singapura semakin membara, membuka peluang naturalisasi yang bisa memperkuat The Lions di kancah internasional.

Bek kanan Cardiff City, Perry Ng, menghabiskan liburan antar-musimnya di Singapura, tanah kelahiran yang ingin ia bela di level internasional. Pemain berusia 28 tahun itu tidak sekadar berlibur, melainkan aktif berinteraksi dengan komunitas sepak bola setempat, termasuk bermain bersama anak-anak dan remaja di berbagai kesempatan.
Ng, yang lahir di Liverpool namun memiliki darah Singapura dari pihak ibu, telah lama menyatakan keinginannya untuk memperkuat The Lions. Selama berada di Singapura, ia tak hanya mengisi waktu luang, tetapi juga menunjukkan dedikasinya dengan terlibat langsung dalam kegiatan sepak bola akar rumput. Langkah ini dipandang sebagai upaya memperkuat ikatan emosional dengan negara yang ingin dibelanya.
Keputusan Ng untuk menghabiskan waktu di Singapura di tengah jadwal padat Liga Championship Inggris menunjukkan keseriusannya. Ia tidak hanya ingin menjadi pemain naturalisasi yang sekadar melengkapi skuad, tetapi benar-benar ingin berkontribusi bagi perkembangan sepak bola Singapura. “Keinginan saya untuk bermain bagi Singapura lebih kuat dari sebelumnya,” ujar Ng dalam sebuah wawancara.
Fenomena naturalisasi pemain keturunan bukanlah hal baru di kawasan Asia Tenggara. Indonesia, misalnya, telah sukses menaturalisasi beberapa pemain diaspora seperti Jordi Amat dan Sandy Walsh yang langsung memberikan dampak positif bagi Tim Garuda. Langkah Singapura mengamankan jasa Perry Ng bisa menjadi strategi serupa untuk meningkatkan daya saing The Lions di pentas regional.
Namun, perjalanan Ng untuk membela Singapura masih panjang. Ia harus memenuhi persyaratan FIFA terkait perubahan asosiasi, mengingat ia pernah mewakili Inggris di level U-18 dan U-19. Proses birokrasi ini membutuhkan waktu dan kesabaran, tetapi tekad Ng tampaknya tak goyah. “Saya ingin memberikan yang terbaik untuk negara yang telah membentuk siapa saya,” tegasnya.
Jika naturalisasi berhasil, Perry Ng akan menjadi tambahan berharga bagi lini pertahanan Singapura. Pengalamannya bermain di kompetisi ketat Inggris bisa menjadi aset besar, terutama dalam menghadapi tim-tim tangguh Asia Tenggara. Pertanyaannya, mampukah Singapura memanfaatkan momen ini untuk bangkit kembali sebagai kekuatan sepak bola regional?



