Debut Kilat Brian Madjo: Remaja 17 Tahun Akhiri Penantian 212 Hari di Laga Super Cup
Baca dalam 60 detik
- Setelah menunggu lebih dari tujuh bulan, penyerang Aston Villa Brian Madjo akhirnya tampil di laga resmi dan langsung mencetak gol ke gawang PSG.
- Kemenangan Villa di pengadilan olahraga (CAS) menjadi kunci registrasi pemain kelahiran London itu, yang sebelumnya terganjal regulasi FIFA.
- Penampilan impresifnya di Super Cup Eropa bisa mengubah rencana transfer Villa dan membuka peluangnya di timnas Inggris U-17.

Brian Madjo akhirnya membayar lunas delapan bulan penantiannya. Penyerang Aston Villa berusia 17 tahun itu langsung menjadi sorotan saat mencetak gol penyama kedudukan melawan Paris St-Germain pada laga Piala Super UEFA di Salzburg, Rabu (13/8/2025) malam WIB, meski timnya harus menyerah 1-2.
Gol voli Madjo yang menahan hadangan bek internasional Ekuador, Willian Pacho, memanfaatkan umpan silang John McGinn, menjadi penebus kegagalannya di dua peluang sebelumnya. Sebelumnya, ia menyundul bola dari jarak dekat yang melambung dan tendangan yang melebar. Namun, kehadirannya yang agresif membuat lini belakang PSG, termasuk kapten Marquinhos, terus terusik sepanjang babak pertama.
Kemenangan 2-1 PSG sendiri ditentukan oleh gol Desire Doue di babak kedua setelah melalui pemeriksaan VAR. Namun, bagi Villa, laga ini lebih dari sekadar hasil akhir. Ini adalah momen pembuktian bagi pemain yang dibeli dari Metz dengan nilai transfer ยฃ10 juta pada Januari lalu, tetapi baru bisa didaftarkan setelah memenangkan banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) awal bulan ini.
Regulasi FIFA melarang transfer internasional pemain di bawah 18 tahun. Villa berargumen bahwa Madjo, yang lahir di London, seharusnya dikecualikan, meski ia sempat memperkuat Luksemburg di tiga laga persahabatan. Setelah itu, ia memilih membela timnas Inggris U-17 dan telah mencetak empat gol dalam sembilan penampilan, termasuk gol debutnya melawan Venezuela.
Pelatih Unai Emery memberikan kepercayaan penuh kepada Madjo di laga ini, mengistirahatkan Ollie Watkins yang baru kembali dari Piala Dunia dan menempatkan Tammy Abraham di bangku cadangan. Keputusan ini diambil setelah Madjo menunjukkan performa impresif di pramusim, termasuk mencetak gol ke gawang Walsall dan Real Sociedad. Emery menilai pemain mudanya itu tidak hanya tajam di depan gawang, tetapi juga disiplin secara taktis dan mau bekerja keras untuk tim.
"Dia bermain karena menunjukkan kapasitas untuk bekerja dan menuntut. Ini bukan hanya tentang mencetak gol, tetapi juga bertahan dan komitmen serta disiplin taktis. Dia melakukannya," ujar Emery seperti dikutip BBC. "Saya ingin bermain dengan pemain muda dan melihat perkembangan mereka. Brian mulai mencetak gol di pramusim melawan Walsall dan Real Sociedad."
Mantan striker Villa, Dion Dublin, yang kini menjadi pengamat, memuji mentalitas Madjo. "Dia berani kembali ke posisi mencetak gol setelah gagal. Dia tidak takut dengan tekanan. Pada usia 17, dia tampak menjalaninya dengan mudah," kata Dublin kepada BBC Radio 5 Live.
Konteks Indonesia: Kisah Madjo menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tentang pentingnya memanfaatkan jalur hukum dan regulasi untuk mengamankan talenta muda. Meski regulasi FIFA sering menjadi hambatan, klub dengan sumber daya dan strategi hukum yang baik tetap bisa memenangkan kasus seperti ini. Bagi pengamat sepak bola Indonesia, ini juga mengingatkan bahwa pemain keturunan yang lahir di luar negeri bisa menjadi aset berharga jika dikelola dengan baik, seperti yang dilakukan Inggris terhadap Madjo.
Penampilan Madjo ini muncul di tengah upaya Villa mencari penyerang baru, dengan Nicolas Jackson dari Chelsea menjadi target utama. Kini, Emery memiliki opsi tambahan dan dilema menarik menjelang laga pembuka Premier League melawan Brighton pada 23 Agustus. Apakah Madjo akan dipercaya lagi atau tetap menjadi pelapis? Sementara itu, masa depan bek Ezri Konsa juga masih menggantung, dengan Arsenal dikabarkan siap mengajukan tawaran. Villa telah melepas Morgan Rogers ke Chelsea dengan rekor ยฃ117 juta dan Youri Tielemans ke Manchester United, sehingga kepergian Konsa akan menjadi pukulan telak bagi tim yang musim lalu menjuarai Liga Europa dan lolos ke Liga Champions.
Dengan kembalinya Watkins, Emi Martinez, dan Konsa pekan depan, persaingan di skuad Villa akan semakin ketat. Madjo, yang kini telah membuktikan diri di panggung Eropa, akan berusaha mempertahankan tempatnya. Pertanyaannya, apakah ia mampu konsisten seperti yang diminta Emery? Atau akankah Villa tetap memburu penyerang baru untuk menambah persaingan? Keputusan di bursa transfer musim panas ini akan menentukan arah klub di musim yang penuh tantangan.



