Maldini Masih Ragu Terima Tawaran FIGC, Conte dan Mancini Bersaing Jadi Pelatih Timnas Italia
Baca dalam 60 detik
- Paolo Maldini belum yakin menerima posisi direktur teknis Timnas Italia yang ditawarkan Presiden FIGC, Gabriele Malagò.
- Antonio Conte dan Roberto Mancini menjadi kandidat utama pelatih, dengan tuntutan gaji berbeda: Conte €4 juta per musim, Mancini €2,5 juta.
- Keputusan akhir diperkirakan akan memengaruhi strategi jangka panjang Federasi Sepak Bola Italia dalam membangun kembali tim nasional.

Ketidakpastian masih menyelimuti rencana restrukturisasi staf Timnas Italia. Paolo Maldini, legenda AC Milan, dilaporkan belum memberikan lampu hijau atas tawaran menjadi direktur teknis yang diajukan oleh Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Malagò. Di sisi lain, persaingan untuk kursi pelatih kepala justru memanas antara Antonio Conte dan Roberto Mancini.
Malagò, yang baru terpilih sebagai presiden FIGC pekan lalu, menjadikan posisi direktur teknis sebagai fondasi awal proyek pembenahan tim nasional. Ia ingin menghadirkan figur berwibawa seperti Maldini sebelum menentukan siapa yang akan duduk sebagai pelatih kepala. Namun, menurut laporan Corriere della Sera yang dikutip TMW, mantan bek tengah berusia 56 tahun itu masih ragu-ragu. Kontak terakhir antara Malagò dan Maldini disebut belum membuahkan hasil, dan kemungkinan pertemuan lanjutan akan dilakukan hari ini.
Keraguan Maldini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, SportMediaset melaporkan bahwa ia tampak enggan menerima peran tersebut. Posisi direktur teknis di FIGC memang memiliki tanggung jawab besar, mulai dari pengembangan usia muda hingga koordinasi dengan pelatih tim senior. Bagi Maldini, yang belum pernah menjabat peran serupa di level federasi, keputusan ini tentu membutuhkan pertimbangan matang.
Sementara itu, persaingan untuk posisi pelatih kepala semakin menarik. Conte, yang baru saja meninggalkan Napoli, disebut-sebut didukung oleh sejumlah klub Serie A. Namun, tuntutan gajinya yang tinggi—€4 juta per musim—bisa menjadi batu sandungan. Di sisi lain, Mancini, yang pernah membawa Italia juara Euro 2020, menawarkan opsi lebih ekonomis dengan permintaan sekitar €2,5 juta per musim. Keduanya sama-sama memiliki rekam jejak mentereng, tetapi pilihan akan bergantung pada visi jangka panjang FIGC.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, dinamika ini menarik untuk dicermati. Italia adalah salah satu negara dengan basis penggemar besar di Tanah Air, dan keputusan FIGC akan berdampak pada performa Gli Azzurri di ajang internasional mendatang, termasuk kualifikasi Piala Dunia 2026. Jika Conte kembali, gaya permainan agresif dan disiplin taktisnya bisa menjadi daya tarik tersendiri. Sementara Mancini dikenal dengan pendekatan lebih cair dan ofensif.
Langkah selanjutnya akan menjadi ujian bagi Malagò. Apakah ia mampu meyakinkan Maldini untuk bergabung, atau justru harus mencari alternatif lain? Dan siapa pun yang nantinya menjadi pelatih, tantangan terbesar adalah mengembalikan kejayaan Italia setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2022. Keputusan dalam waktu dekat akan menentukan arah baru sepak bola Italia.



