Arsenal Tutup Pramusim dengan Kemenangan Dramatis atas Como, Sinyal Kesiapan Hadapi Manchester City
Baca dalam 60 detik
- Arsenal menuntaskan rangkaian uji coba pramusim dengan kemenangan adu penalti 4-3 atas Como 1907 setelah skor imbang 1-1 di waktu normal.
- Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi The Gunners menjelang laga Community Shield melawan Manchester City akhir pekan ini.
- Kegagalan eksekusi penalti dari Alvaro Morata dan Ivan Smolcic menjadi faktor penentu kemenangan Arsenal di hadapan pendukung sendiri.

Arsenal mengakhiri rangkaian pramusim mereka dengan nada positif setelah menaklukkan Como 1907 melalui adu penalti 4-3 di Stadion Emirates, Kamis (WIB). Pertandingan yang berakhir imbang 1-1 selama 90 menit itu menjadi ujian terakhir bagi pasukan Mikel Arteta sebelum mengarungi musim kompetisi resmi.
Sejak menit awal, tuan rumah langsung menunjukkan agresivitas. Gabriel Jesus nyaris membuka keunggulan pada menit keenam, namun sepakannya masih membentur tiang gawang. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan, dan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-33. Myles Lewis-Skelly, gelandang muda yang tampil impresif sepanjang pramusim, berhasil memecah kebuntuan dan membawa Arsenal unggul 1-0.
Keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Menjelang turun minum, Martin Baturina sukses menembus pertahanan Arsenal dan menaklukkan kiper Kepa Arrizabalaga untuk menyamakan kedudukan. Skor 1-1 bertahan hingga jeda, dan babak kedua berjalan ketat dengan kedua tim saling bergantian menciptakan peluang. Arsenal beberapa kali mengancam lewat situasi bola mati, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat skor tetap imbang hingga peluit panjang berbunyi.
Drama adu penalti pun menjadi penentu. Arsenal tampil lebih tenang dan efektif, dengan hanya Noni Madueke yang gagal menunaikan tugasnya. Di kubu Como, dua eksekutor yakni Alvaro Morata dan Ivan Smolcic gagal mencetak gol, memastikan kemenangan 4-3 bagi The Gunners. Kemenangan ini sekaligus menutup seluruh agenda uji coba pramusim Arsenal yang telah dilalui dengan hasil cukup meyakinkan.
Performa Arsenal sepanjang pramusim menjadi sorotan, terutama bagi para pengamat sepak bola di Indonesia yang kerap menjadikan klub Liga Inggris sebagai barometer. Kehadiran nama-nama seperti Gabriel Jesus, Gabriel Martinelli, dan Eberechi Eze dalam susunan pemain inti menunjukkan kedalaman skuad yang dimiliki Arteta. Namun, yang lebih menarik adalah kepercayaan yang diberikan kepada pemain muda seperti Lewis-Skelly dan Max Dowman, yang tampil menonjol dalam beberapa laga uji coba.
Menjelang laga Community Shield melawan Manchester City, kemenangan ini memberikan suntikan moral yang signifikan. Meski trofi tersebut kerap dianggap sebagai ajang pemanasan, bagi Arsenal, mengalahkan rival terdekat mereka di awal musim bisa menjadi fondasi psikologis yang kuat. Pelatih Mikel Arteta diprediksi akan melakukan rotasi untuk memberikan menit bermain kepada seluruh pemain, sembari tetap mengincar hasil positif.
"Kemenangan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim. Kami masih punya banyak hal untuk diperbaiki, tetapi semangat dan determinasi para pemain patut diapresiasi," ujar Arteta dalam konferensi pers seusai laga, menggambarkan kepuasan namun tetap kritis terhadap performa timnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini juga menjadi tontonan menarik karena sejumlah pemain yang tampil memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Selain itu, hasil positif Arsenal di pramusim kerap menjadi indikator awal performa mereka di Premier League, yang selalu dinanti oleh jutaan pendukung setia di Indonesia. Pertanyaan besarnya kini: apakah momentum ini mampu mereka bawa hingga pertengahan musim, atau justru akan meredup seperti musim-musim sebelumnya?



