Chelsea Incar Granit Xhaka: Reuni dengan Xabi Alonso atau Sekadar Spekulasi?
Baca dalam 60 detik
- Chelsea dikabarkan telah menjalin komunikasi dengan perwakilan Granit Xhaka, meski Sunderland menegaskan pemain berusia 33 tahun itu tidak dijual.
- Langkah ini menandai potensi perubahan drastis kebijakan transfer Chelsea yang selama dua musim terakhir hanya memainkan pemain di bawah 30 tahun.
- Jika terealisasi, Xhaka akan menjadi pemain tertua yang direkrut Chelsea dalam era kepemilikan baru, sekaligus menjawab kritik atas kurangnya kepemimpinan di ruang ganti.

Granit Xhaka, gelandang veteran timnas Swiss yang tengah berlaga di Piala Dunia, tiba-tiba menjadi pusat perhatian bursa transfer musim panas ini. Chelsea dikabarkan telah melakukan pendekatan kepada kubu pemain berusia 33 tahun tersebut, meski Sunderland, klub yang dibelanya musim lalu, bersikukuh tidak akan melepas kapten mereka.
Menurut sumber internal, perwakilan Xhaka telah menerima sinyal dari Stamford Bridge, namun pihak klub belum memberikan konfirmasi resmi. Yang menarik, Xhaka disebut terbuka untuk kembali bekerja sama dengan mantan manajernya di Bayer Leverkusen, Xabi Alonso, yang kini menukangi Chelsea. Keduanya sukses mempersembahkan gelar Bundesliga pada 2024 sebelum Alonso hengkang ke London.
Namun, negosiasi masih jauh dari kata rampung. Sunderland, yang musim lalu finis ketujuh dan lolos ke Liga Europa—menggeser Chelsea di hari terakhir—tidak dalam tekanan finansial untuk menjual pemain kunci. Sumber di klub menyebut tidak ada niat melepas Xhaka, yang masih terikat kontrak hingga 2028.
Bagi Chelsea, langkah ini menandai pergeseran radikal dalam kebijakan transfer. Sejak diakuisisi konsorsium pimpinan Todd Boehly dan Clearlake Capital, The Blues identik dengan perburuan talenta muda. Rata-rata usia skuad mereka menjadi yang termuda di Premier League. Namun, kritik mulai bermunculan: kurangnya pemimpin senior di ruang ganti dinilai menjadi salah satu penyebab inkonsistensi performa.
“Kami sadar perlu ada penyesuaian dalam rekrutmen,” aku Behdad Eghbali, salah satu pemilik klub, dalam pernyataan internal yang bocor ke media. Xhaka, yang pernah menjadi kapten Arsenal dan Sunderland, dinilai memiliki karakter kepemimpinan yang dibutuhkan. Pengalamannya membawa Sunderland yang baru promosi finis di papan atas mendapat pujian luas.
Di sisi lain, rencana Chelsea merekrut gelandang juga dipicu oleh ketidakpastian masa depan Enzo Fernandez. Real Madrid dikabarkan serius memburu pemain Argentina itu, dengan dukungan penuh presiden Florentino Perez dan manajer anyar Jose Mourinho. Chelsea membanderol Fernandez sekitar £120 juta, namun belum menerima tawaran resmi.
Selain Xhaka, Chelsea juga dikabarkan akan mendatangkan bek kanan Atalanta, Marco Palestra. Sementara itu, sejumlah pemain seperti Alejandro Garnacho, Liam Delap, Malo Gusto, Trevoh Chalobah, Wesley Fofana, dan Tosin Adarabioyo menghadapi masa depan yang tidak pasti. Bek kiri Marc Cucurella telah resmi bergabung dengan Real Madrid.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik dicermati karena menunjukkan bagaimana klub besar Eropa mulai merevisi strategi perekrutan. Di tengah dominasi pemain muda, kehadiran figur senior seperti Xhaga bisa menjadi resep untuk menstabilkan ruang ganti. Namun, apakah Sunderland akan benar-benar melepas aset berharganya? Ataukah ini hanya manuver Chelsea untuk menekan harga? Jawabannya masih menggantung di bursa transfer yang masih panjang.



