Aston Villa Kunci Transfer Winger Feyenoord Anis Hadj Moussa, Siap Saingi Newcastle
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa memimpin perburuan Anis Hadj Moussa, winger Feyenoord yang dihargai €35 juta, setelah negosiasi paling maju di antara peminat.
- Pemain timnas Aljazair itu menjadi prioritas karena produktivitasnya di Eredivisie dan pengalaman Liga Champions, meski harus bersaing dengan John McGinn.
- Kedatangan Moussa bisa mendorong Evann Guessand keluar, sekaligus menambah kedalaman skuad Villa jelang musim padat pasca-Piala Dunia.

Aston Villa semakin dekat untuk mengamankan tanda tangan Anis Hadj Moussa, winger Feyenoord yang menjadi incaran utama klub Premier League itu. Menurut laporan Sky Sports, negosiasi telah memasuki tahap lanjut, unggul dari pesaing seperti Newcastle United dan klub-klub Arab Saudi Al-Qadsiah serta Al-Ahli.
Moussa, yang lahir di Prancis dan membela timnas Aljazair, tengah bersiap tampil di Piala Dunia 2026 bersama negaranya. Aljazair lolos ke babak 32 besar setelah finis ketiga Grup J, dan akan menghadapi Swiss. Meski di level internasional ia belum banyak menit bermain—Riyad Mahrez masih menjadi pilihan utama di sayap kanan—di level klub, Moussa menunjukkan konsistensi luar biasa.
Sepanjang musim 2024/25, pemain berusia 24 tahun itu menjadi pencetak gol terbanyak kedua Feyenoord di Eredivisie dengan 11 gol. Ia juga mencatatkan rata-rata 2,7 dribel sukses per 90 menit, tertinggi di skuadnya, menunjukkan keberaniannya menusuk pertahanan lawan. Scout Jacek Kulig memujinya sebagai salah satu kejutan paling menyenangkan di Eropa pada akhir 2024.
Bagi Aston Villa, transfer ini menjadi prioritas setelah mereka meminjamkan Evann Guessand ke Crystal Palace tanpa opsi permanen. Guessand, winger asal Pantai Gading, kemungkinan akan dilepas jika Moussa datang. Namun, Moussa harus bersaing dengan John McGinn yang musim lalu mencetak 10 gol dan 8 assist dari 44 laga. McGinn, yang juga kapten tim, bisa bergeser ke posisi tengah atau kiri jika diperlukan—ia pernah bermain di sisi kiri saat membela Skotlandia di Piala Dunia.
Pelatih Unai Emery dihadapkan pada 'masalah mewah' karena Moussa hanya bermain sebagai sayap kanan dalam 40 penampilannya musim lalu. Villa membutuhkan kedalaman skuad mengingat mereka akan kembali berlaga di Liga Champions, sementara banyak pemain inti harus menjalani Piala Dunia tanpa istirahat panjang. Moussa sendiri sudah memiliki pengalaman di kompetisi Eropa, dengan tiga gol dan satu assist dalam 11 pertandingan fase grup musim lalu.
Ketertarikan klub-klub Arab Saudi sempat menjadi ancaman, tetapi Moussa dikabarkan memprioritaskan pindah ke Premier League. Langkah ini dianggap sebagai evolusi karier yang logis setelah ia tampil impresif di Eredivisie. Dengan banderol yang relatif terjangkau bagi klub sekelas Villa, transfer ini bisa menjadi salah satu pembelian cerdas musim panas.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Villa di bursa transfer patut dicermati. Klub-klub Premier League kini semakin agresif merekrut pemain dari liga-liga Eropa non-elite, membuka peluang bagi pemain Asia Tenggara jika mampu menunjukkan performa serupa. Pertanyaannya, akankah Moussa mampu beradaptasi cepat dan menjadi andalan di Villa Park, atau justru tenggelam dalam persaingan ketat?



