Ben Godfrey: Bek Gagal Atalanta yang Kini Didekati Rangers
Baca dalam 60 detik
- Ben Godfrey, bek timnas Inggris yang hanya tampil 93 menit untuk Atalanta, akan dipinjamkan ke Rangers dengan opsi pembelian permanen.
- Investasi β¬12,5 juta Atalanta pada 2024 gagal total; Godfrey lebih sering dipinjamkan ke klub lain sejak kedatangannya.
- Rangers menjadi klub keempat yang meminjam Godfrey dalam dua tahun terakhir, mencerminkan kariernya yang menurun drastis.

Ben Godfrey, bek tengah yang sempat membela timnas Inggris pada 2021, kembali menjadi sorotan bursa transfer. Setelah gagal bersinar di Atalanta dengan hanya mencatatkan lima penampilan kompetitif, pemain berusia 27 tahun itu kini di ambang kepindahan ke Glasgow Rangers. Klub Skotlandia itu dikabarkan akan meminjamnya dengan opsi pembelian permanen di akhir musim.
Godfrey diboyong Atalanta dari Everton pada 2024 dengan biaya transfer β¬12,5 juta. Namun, ekspektasi tinggi yang disematkan padanya tak pernah terwujud. Dalam 93 menit bermain di semua kompetisi, ia tak mampu menunjukkan kualitas yang dulu membuatnya dipanggil ke skuad The Three Lions. Manajemen Atalanta pun akhirnya memutuskan untuk melepasnya dengan skema pinjaman.
Sejak bergabung dengan klub Serie A itu, Godfrey lebih sering menghabiskan waktu di klub lain. Ia sempat dipinjamkan ke Ipswich Town, Sheffield United, dan terakhir Brondby di Denmark selama enam bulan. Perpindahan ke Rangers akan menjadi petualangan pinjaman keempatnya dalam dua tahun terakhir. Menurut Sky Sport Italia dan Daily Record, kesepakatan itu hampir rampung dan akan mencakup opsi pembelian permanen.
Karier Godfrey memang dihantam cedera berat. Ia pernah mengalami robek ligamen lutut dan patah tulang kaki pada 2022, yang membuatnya absen panjang. Kondisi itu ikut memengaruhi performanya saat berseragam Everton dan kemudian Atalanta. Meski demikian, Rangers tetap berminat memanfaatkan potensi yang tersisa darinya, terutama dengan opsi permanen yang bisa menjadi keuntungan jika ia pulih sepenuhnya.
Bagi pembaca di Indonesia, kisah Godfrey menjadi pengingat bahwa sepak bola Eropa penuh dengan risiko investasi. Klub-klub besar seperti Atalanta pun tak luput dari kegagalan transfer. Di sisi lain, langkah Rangers menunjukkan bahwa klub dengan sumber daya terbatas masih bisa memanfaatkan pemain yang tengah terpuruk untuk bangkit kembali. Pertanyaan besarnya: mampukah Godfrey membuktikan diri di Skotlandia, atau akankah ia terus menjadi pemain yang dihantui cedera dan ekspektasi?



