Lazio Buru Penyerang Baru, Incar Dua Pemain Gagal dari Napoli dan Fiorentina
Baca dalam 60 detik
- Klub Serie A Lazio mengincar Lorenzo Lucca (Napoli) dan Roberto Piccoli (Fiorentina) sebagai opsi striker anyar, namun hanya bersedia dengan skema pinjaman.
- Lucca, yang dibeli Napoli seharga β¬35 juta, gagal bersinar di Udinese dan Nottingham Forest dengan hanya tiga gol musim ini, membuat Napoli terbuka melepasnya.
- Lazio juga mempertimbangkan Piccoli dari Fiorentina, tetapi kedua klub pemilik lebih menginginkan transfer permanen daripada pinjaman.

Lazio tengah berburu penyerang tengah baru di bursa transfer musim panas ini, dengan dua nama yang mencuat: Lorenzo Lucca milik Napoli dan Roberto Piccoli dari Fiorentina. Keduanya diincar dengan skema pinjaman, meskipun klub pemilik lebih menginginkan penjualan permanen.
Tim asuhan Gennaro Gattuso ini belum memiliki pengganti tetap untuk Taty Castellanos yang dijual ke West Ham United pada Januari lalu. Kebutuhan akan seorang target man menjadi prioritas utama, dan Lucca disebut sebagai pilihan pertama. Namun, performa sang pemain dalam dua musim terakhir membuat negosiasi tidak mudah.
Napoli mengeluarkan dana sebesar β¬35 juta untuk merekrut Lucca dari Udinese pada musim panas 2023. Enam bulan kemudian, ia dipinjamkan ke Nottingham Forest dengan biaya β¬2 juta. Di kedua klub, penampilannya mengecewakan: hanya tiga gol dari 32 penampilan kompetitif musim ini. Angka tersebut jelas tidak sebanding dengan investasi yang dikeluarkan.
Menurut laporan Tuttomercatoweb, Sport Mediaset, dan Gazzetta dello Sport, Napoli sebenarnya ingin menjual Lucca secara permanen. Namun, mereka bisa menerima tawaran pinjaman dengan opsi pembelian, dengan harapan menit bermain reguler di Lazio dapat meningkatkan nilai jual sang pemain. Proposal awal Lazio disebutkan sebesar β¬18 juta sebagai opsi beli, angka yang dinilai terlalu rendah oleh pihak Partenopei.
Selain Lucca, Lazio juga memantau Roberto Piccoli, striker muda milik Fiorentina. Piccoli belum mendapatkan tempat utama di skuad La Viola dan kemungkinan akan dipinjamkan. Namun, Fiorentina juga lebih memilih transfer permanen atau setidaknya kewajiban membeli. Lazio sejauh ini hanya bersedia menawarkan pinjaman tanpa kewajiban, membuat negosiasi masih alot.
βLazio butuh striker yang bisa langsung berkontribusi, bukan proyek jangka panjang. Lucca dan Piccoli adalah pemain dengan potensi, tetapi risiko kegagalan cukup tinggi,β ujar analis sepak bola Italia, Matteo Bonetti, kepada media setempat.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Lazio ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub besar Serie A berhati-hati dalam belanja pemain. Fenomena pemain mahal yang gagal bersinar seperti Lucca bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang kerap tergoda membeli pemain asing dengan harga tinggi tanpa jaminan performa. Selain itu, skema pinjaman dengan opsi beli yang diterapkan Lazio bisa menjadi model bagi klub-klub Liga 1 yang ingin meminimalkan risiko finansial.
Ke depan, jika Lazio gagal mendatangkan kedua pemain tersebut, mereka mungkin akan beralih ke target lain. Sementara itu, nasib Lucca dan Piccoli akan bergantung pada kesediaan klub pemilik untuk menurunkan harga atau menerima skema peminjaman. Akankah Napoli dan Fiorentina bersikap fleksibel, atau justru mempertahankan pemain yang kurang dimanfaatkan? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



