MMIX Targetkan Penjualan Rp388 Miliar di 2026, Andalkan Pabrik Popok Berkecepatan Tinggi
Baca dalam 60 detik
- PT Multi Medika Internasional (MMIX) membidik pendapatan Rp388,3 miliar pada 2026, didorong ekspansi produk dan distribusi.
- Pabrik baru di Legok, Tangerang, diklaim memiliki mesin popok tercepat di Indonesia (900 unit/menit) dengan teknologi lima lapis.
- Kemitraan dengan Sari Ayu Indonesia membuka akses ke 300 ribu toko baru, berpotensi mendongkrak penjualan hingga 90%.

PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) optimistis menembus pendapatan Rp388,3 miliar pada 2026, ditopang oleh ekspansi agresif yang mencakup diversifikasi produk, perluasan distribusi, dan pembangunan pabrik berteknologi tinggi di Legok, Tangerang. Target ini sejalan dengan strategi perseroan yang mulai membuahkan hasil, terlihat dari lonjakan laba bersih 334% pada tahun lalu.
Dalam paparan publik di Jakarta, Jumat (26/6/2026), Founder & CEO MMIX Mengky Mangarek mengungkapkan bahwa perseroan akan meluncurkan sejumlah varian baru, seperti tisu basah, popok bayi dengan teknologi SAP (super absorbent polymer), air minum alkali, diapers, hingga tisu bambu premium. Langkah ini merupakan bagian dari strategi menambah jumlah SKU (stock keeping unit) dan melebarkan kategori produk. "Kami juga terus menjaga efisiensi operasional. Tiga strategi ini sudah kami siapkan sejak tahun lalu dan berhasil menaikkan laba 334%," ujar Mengky.
Dari sisi distribusi, MMIX saat ini telah menjangkau lebih dari 17 jaringan ritel nasional, 75 pusat distribusi, dan 50 ribu toko. Terbaru, perseroan menggandeng PT SAI Indonesia (Sari Ayu Indonesia) untuk mengakses sekitar 300 ribu toko baru, termasuk pasar tradisional, toko kosmetik khusus, dan platform digital milik Sari Ayu. Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan penjualan hingga 90% ke depan. Meski optimistis, Mengky tetap memasang target konservatif dengan pertumbuhan kinerja keuangan 25-30% hingga akhir tahun ini.
Salah satu andalan utama MMIX adalah pabrik baru di Legok, Tangerang, yang berdiri di atas lahan seluas 1 hektare. Pabrik ini dirancang untuk memproduksi popok bayi, pembalut, dan underpad (perlak) dengan kapasitas hingga 1,8 miliar popok per tahun jika seluruh enam lini produksi beroperasi. Saat ini baru satu lini yang terpasang, namun kecepatan mesinnya mencapai 900 popok per menitโtiga kali lipat dari rata-rata industri yang hanya 300 popok per menit. "Ini satu-satunya pabrik popok di Indonesia dengan teknologi lima lapis (5 layer) dan kecepatan tertinggi," klaim Mengky. Pabrik tersebut diperkirakan menyerap hingga 600 tenaga kerja dan berkontribusi terhadap peningkatan devisa nasional.
Kinerja keuangan MMIX pada kuartal I-2026 menunjukkan tren positif. Pendapatan bersih tercatat Rp50,1 miliar, naik 2,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp48,8 miliar. Kontribusi utama berasal dari produk masker, tisu, dan diapers. Laba bersih pun meningkat 20,6% menjadi Rp1,5 miliar dari sebelumnya Rp1,2 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa strategi ekspansi yang hati-hati mulai memberikan hasil, meski persaingan di pasar produk rumah tangga dan perawatan bayi masih ketat.
Ke depan, keberhasilan MMIX mencapai target Rp388 miliar akan sangat tergantung pada realisasi penuh kerja sama distribusi dengan Sari Ayu Indonesia serta rampungnya pembangunan pabrik Legok. Pertanyaan yang mengemuka: mampukah perseroan mempertahankan pertumbuhan laba di tengah tekanan biaya bahan baku dan persaingan harga dari pemain besar seperti Softex atau Unicharm? Dengan kapasitas produksi yang melonjak, MMIX tampaknya bersiap merebut pangsa pasar yang lebih luasโnamun eksekusi di lapangan akan menjadi penentu.



