Fun Walk Hari Bhayangkara dan Jakarta Penuh Warna: Rute Transjakarta Berubah Besok
Baca dalam 60 detik
- Transjakarta mengubah rute sejumlah koridor pada Minggu (28/6) karena dua acara besar di pusat Jakarta.
- Penyesuaian rute bersifat situasional dan hanya berlaku selama kegiatan berlangsung, dengan pengalihan via halte alternatif.
- Acara Jakarta Penuh Warna di Bundaran HI menawarkan atraksi budaya dan olahraga gratis mulai pukul 06.00 WIB.

Transjakarta akan mengubah rute layanan pada Minggu (28/6) besok seiring dengan digelarnya Fun Walk dalam rangka HUT ke-80 Bhayangkara dan acara Jakarta Penuh Warna di kawasan Bundaran HI. Penyesuaian ini bersifat sementara dan hanya berlaku selama kegiatan berlangsung.
PT Transjakarta memastikan modifikasi rute dilakukan secara situasional untuk mengantisipasi kepadatan di sejumlah titik. Pengalihan rute difokuskan pada koridor yang melintasi Monumen Nasional, Balai Kota, dan Gambir, yang menjadi area terdampak langsung oleh kedua acara tersebut.
Berdasarkan informasi resmi dari pengelola, sejumlah koridor akan dialihkan melalui halte alternatif. Koridor 1 (Blok M–Kota) misalnya, akan dialihkan melalui koridor 13 dan 9, melayani Halte Tegal Mampang, Rawa Barat, Pasar Santa, Kota Bambu, hingga Simpang Kuningan, serta Petojo, Tarakan, dan Tomang Raya. Sementara itu, koridor 1A (Pantai Maju–Balai Kota) tidak akan melayani Halte Monumen Nasional dan Balai Kota, melainkan dialihkan ke Halte Pecenongan dan Juanda.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak masyarakat menikmati acara Jakarta Penuh Warna yang digelar pukul 06.00–10.00 WIB di kawasan Bundaran HI. Acara ini menampilkan beragam atraksi seni, budaya, olahraga, dan hiburan, termasuk PoundFit, pawai balon raksasa dari Sarinah menuju Bundaran HI, marching band, tari massal Nusantara yang melibatkan sekitar 500 penari, kolaborasi Gambang Kromong dan balet, teater urban, hingga aksi pilah sampah.
Bagi pengguna Transjakarta yang hendak menuju area tersebut, disarankan untuk memantau informasi terkini melalui kanal resmi Transjakarta atau aplikasi Tije, karena perubahan rute dapat terjadi secara dinamis. Penyesuaian ini diharapkan tidak mengganggu mobilitas warga secara signifikan, mengingat kedua acara berlangsung di akhir pekan.
Ke depan, integrasi antara event kota dan moda transportasi publik menjadi tantangan tersendiri. Akankah penyesuaian rute seperti ini menjadi model standar untuk mengakomodasi kegiatan berskala besar di Jakarta?



