AS Beri Lampu Hijau untuk Model AI Mythos 5, Ratusan Perusahaan Dapat Akses
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah AS mencabut larangan ekspor untuk model AI Claude Mythos 5 milik Anthropic, memungkinkan akses bagi lebih dari 100 mitra tepercaya termasuk Fortune 500.
- Keputusan ini muncul setelah Anthropic mematuhi persyaratan keamanan yang diminta Washington, menyusul kekhawatiran model AI dapat digunakan oleh intelijen militer China dan Rusia.
- Nasib model Fable 5 masih belum jelas, meskipun pemerintah AS dikabarkan bergerak menuju persetujuan serupa dalam waktu yang belum ditentukan.

Pemerintah Amerika Serikat akhirnya memberikan izin kepada Anthropic untuk merilis model kecerdasan buatan (AI) canggihnya, Claude Mythos 5, kepada sejumlah mitra terpilih. Keputusan yang diumumkan melalui surat Kementerian Perdagangan pada Jumat (26/6) itu membuka akses bagi lebih dari 100 perusahaan dan institusi, termasuk banyak nama dalam daftar Fortune 500.
Langkah ini menjadi babak baru dalam hubungan antara Anthropic dan Washington yang sempat memanas. Dua pekan sebelumnya, pemerintah AS memerintahkan perusahaan rintisan yang tengah bersiap melantai di bursa itu untuk menangguhkan akses terhadap model-model AI-nya. Kekhawatiran utama saat itu adalah potensi penyalahgunaan oleh pengguna intelijen militer di China, Rusia, atau negara-negara lain yang dianggap mengancam keamanan nasional AS.
Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dalam suratnya kepada Anthropic menyebutkan bahwa perusahaan telah bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatasi risiko yang terkait dengan model-model yang tercakup. "Upaya ini telah menghasilkan kemajuan signifikan," tulis Lutnick. Ia menambahkan bahwa lisensi ekspor tidak lagi diperlukan untuk Claude Mythos 5 bagi perusahaan mitra dan karyawan asing mereka, maupun bagi karyawan asing Anthropic sendiri. Namun, pembatasan tetap berlaku untuk perusahaan yang tidak masuk dalam daftar mitra resmi.
Seorang juru bicara Kementerian Perdagangan AS menegaskan bahwa dalam waktu dua minggu, pemerintah berhasil memastikan agar Amerika tetap menjadi pemimpin global dalam AI sambil menjaga keamanan nasional. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pendekatan kooperatif antara regulator dan pelaku industri dinilai lebih efektif daripada larangan sepihak.
Bagi Indonesia, perkembangan ini memiliki implikasi strategis. Sebagai negara dengan ekosistem AI yang berkembang pesat, akses terhadap model-model canggih seperti Mythos 5 dapat mempercepat adopsi teknologi di sektor korporasi dan riset. Namun, ketergantungan pada mitra tepercaya yang ditentukan pemerintah AS juga berarti bahwa perusahaan Indonesia harus memenuhi kriteria tertentu untuk bisa memanfaatkan teknologi ini. Hal ini bisa menjadi tantangan bagi startup lokal yang ingin bersaing di tingkat global.
Hubungan Anthropic dengan pemerintah AS memang tidak selalu mulus. Tahun ini, perusahaan yang dipimpin oleh Dario Amodei itu menolak mengizinkan militer AS menggunakan model AI-nya untuk pengawasan domestik dan sistem senjata otonom penuh. Sebagai respons, pemerintah AS memasukkan Anthropic ke dalam daftar hitam keamanan nasional. Kini, dengan izin terbatas ini, tampaknya kedua pihak mulai menemukan titik temu.
"Dalam dua minggu, kami telah bekerja keras untuk memastikan Amerika tetap menjadi pemimpin global dalam AI sambil menjaga keamanan kami," ujar juru bicara Kementerian Perdagangan AS.
Meski Mythos 5 telah mendapat lampu hijau, nasib model Fable 5 masih menggantung. Surat Lutnick tidak menyebutkan status model tersebut, meskipun sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan pemerintah bergerak menuju persetujuan serupa, namun jadwalnya belum jelas. Ketidakpastian ini menunjukkan bahwa setiap model AI akan dievaluasi secara kasus per kasus, tergantung pada tingkat risiko dan kepatuhan perusahaan.
Ke depan, keputusan AS ini bisa menjadi preseden bagi negara lain dalam mengatur ekspor teknologi AI. Pertanyaannya, akankah pendekatan berbasis mitra tepercaya ini diadopsi oleh negara-negara lain, termasuk Indonesia, dalam mengelola risiko penyalahgunaan AI tanpa menghambat inovasi?



