Patah Kaki Tak Redam Semangat: Ismael Kone Pimpin Perayaan Kanada Usai Lolos ke 16 Besar Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Kanada Ismael Kone menari tanpa kruk di ruang ganti usai timnya menang 1-0 atas Afrika Selatan, meski kakinya patah akibat tekel lawan.
- Kone menjalani operasi setelah cedera dalam kemenangan 6-0 atas Qatar, tetapi tetap mendampingi tim dan mendapat dukungan dari pejabat Qatar serta pelaku tekel.
- Kanada untuk pertama kalinya lolos ke babak 16 besar Piala Dunia, dan akan menghadapi Belanda atau Maroko pada 4 Juli.

Kaki patah tak menghalangi gelandang Kanada Ismael Kone untuk ikut merayakan sejarah. Beberapa hari setelah menjalani operasi akibat cedera parah, pemain berusia 24 tahun itu justru menjadi pusat perhatian dalam selebrasi di ruang ganti usai Kanada mengalahkan Afrika Selatan 1-0 dan memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Video yang diunggah bek kanan Richie Laryea di Instagram Story memperlihatkan Kone menari tanpa kruk di tengah rekan setimnya. Rekaman itu langsung viral di platform X, menuai ribuan suka dan unggahan ulang. Semangat Kone yang tak padam meski cedera berat menjadi simbol perjuangan tim berjuluk Maple Leaf tersebut.
Kone mengalami patah kaki setelah ditekel gelandang Qatar Assim Madibo pada laga 18 Juni yang berakhir 6-0 untuk Kanada. Madibo mendapat kartu merah dan kemudian dijatuhi larangan bermain lima pertandingan. Meski cedera, Kone tetap berada di sekitar skuad, menghadiri pertandingan, dan memberi dukungan dari pinggir lapangan. Ia juga menerima kunjungan dari Menteri Olahraga Qatar dan Madibo sendiri, yang datang meminta maaf.
Kemenangan dramatis Kanada diraih lewat tendangan keras Stephen Eustaquio dari tepi kotak penalti pada menit ke-92. Gol tersebut memastikan posisi runner-up Grup G dan membawa Kanada ke babak gugur. Langkah selanjutnya, Kanada akan menghadapi Belanda atau Maroko di Houston pada 4 Juli untuk memperebutkan tempat di perempat final.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Kone mengingatkan pada pentingnya mentalitas pantang menyerah. Di tengah gempuran cedera, pemain seperti Kone membuktikan bahwa kontribusi tidak selalu harus di atas lapangan. Semangatnya menjadi inspirasi bagi tim mana pun, termasuk Timnas Indonesia yang kerap menghadapi tantangan serupa dalam perjalanan internasional.
Keberhasilan Kanada juga menandai kebangkitan sepak bola di Amerika Utara. Sebagai tuan rumah bersama Meksiko dan Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026, pencapaian ini menjadi modal berharga. Pertanyaan besarnya: mampukah Kanada melangkah lebih jauh, atau akankah langkah mereka terhenti di babak 16 besar?



