West Ham Rekrut Manor Solomon dari Tottenham untuk Misinya Kembali ke Premier League
Baca dalam 60 detik
- West Ham mengamankan tanda tangan Manor Solomon dari Tottenham dengan kontrak tiga tahun, memperkuat skuad mereka untuk musim degradasi.
- Pemain sayap asal Israel itu diboyong dengan biaya sekitar ยฃ5 juta, menjadikannya rekrutan permanen ketiga The Hammers pada bursa musim panas ini.
- Solomon diharapkan menjadi kunci dalam upaya promosi West Ham, yang terdegradasi ke Championship untuk pertama kalinya sejak 2011-12.

West Ham United resmi mengumumkan perekrutan pemain sayap asal Israel, Manor Solomon, dari Tottenham Hotspur dengan kontrak berdurasi tiga tahun. Langkah ini menjadi sinyal ambisi The Hammers untuk segera bangkit setelah terdegradasi ke Championship, kompetisi kasta kedua Liga Inggris, untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.
Meski tidak merinci nilai transfer, media Inggris memperkirakan West Ham membayar sekitar ยฃ5 juta untuk menebus pemain berusia 27 tahun tersebut. Solomon menjadi rekrutan permanen ketiga West Ham pada bursa musim panas ini, setelah sebelumnya mendatangkan gelandang Venezuela Keiber Lamadrid dan bek asal Belanda Joel Veltman. Kedatangan mereka diharapkan mampu mengisi lubang yang ditinggalkan sejumlah pemain kunci yang hengkang pasca-degradasi, seperti Crysencio Summerville yang pindah ke Al-Hilal dan Mateus Fernandes yang kembali ke Tottenham.
Solomon bukan nama asing di sepak bola Eropa. Sebelum bergabung dengan Spurs pada 2023, ia sempat memperkuat Shakhtar Donetsk di Ukraina dan meraih tiga gelar liga. Pengalamannya juga mencakup masa peminjaman di Fulham, Leeds United, Villarreal, dan Fiorentina. Pada musim lalu, ia tampil 19 kali bersama Fiorentina dan mencetak dua gol di Serie A. Bersama Leeds, ia turut merasakan juara Championship 2024-25, sebuah pengalaman yang diharapkan bisa ia ulang bersama West Ham.
"Saya tahu West Ham memiliki sejarah yang kaya, baik di Premier League maupun di Eropa. Klub ini memenangkan trofi Eropa hanya tiga tahun lalu, dan saya pikir di sinilah klub ini seharusnya berada. Tugas pertama kami jelas: promosi kembali ke Premier League," ujar Solomon dalam pernyataan resmi klub. Pemain yang telah mengoleksi 49 caps bersama timnas Israel ini akan mengenakan nomor punggung 10, sebuah nomor yang sarat ekspektasi.
Bagi West Ham, perekrutan Solomon bukan sekadar tambahan amunisi. Klub yang berbasis di London Timur ini tengah berbenah total setelah ditinggal sejumlah pemain bintang. Penjualan Summerville dan Fernandes memberikan dana segar yang sebagian digunakan untuk membangun skuad yang kompetitif di Championship. Kehadiran pemain sekaliber Solomon, yang pernah bermain di Liga Champions bersama Shakhtar, diharapkan mampu memberi pengalaman dan kualitas di lini serang.
Dari sudut pandang Indonesia, pergerakan West Ham di bursa transfer ini menarik untuk dicermati. Banyak penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti perkembangan Premier League, dan nasib klub sebesar West Ham tentu menjadi perhatian. Selain itu, kebijakan klub-klub Inggris yang agresif di bursa transfer meski terdegradasi menunjukkan bahwa kompetisi Championship kini semakin kompetitif dan menarik, dengan banyak klub besar berlomba untuk kembali ke papan atas.
Manor Solomon sendiri bukanlah pemain asing bagi penggemar sepak bola Asia. Ia pernah tampil di Piala Asia dan sering menjadi sorotan media olahraga di kawasan ini. Perpindahannya ke West Ham akan menambah daya tarik bagi penggemar yang ingin menyaksikan aksinya di Championship, yang kini semakin ramai dengan kehadiran klub-klub bersejarah seperti Leeds United dan Sunderland.
Langkah West Ham merekrut Solomon juga menunjukkan strategi jangka panjang klub. Dengan kontrak tiga tahun, mereka tidak hanya berharap promosi musim ini, tetapi juga membangun fondasi untuk bersaing di Premier League pada musim-musim berikutnya. Pertanyaannya, apakah Solomon mampu menjadi katalisator kebangkitan West Ham? Atau akankah ia menjadi bagian dari proyek yang lebih besar di bawah arahan manajer anyar? Musim depan akan menjadi ujian sesungguhnya.



