Novri Setiawan Cetak Sejarah: Pemain Pertama Persik Kediri Dilepas Lewat Skema Transfer ke Semen Padang
Baca dalam 60 detik
- Novri Setiawan menjadi pemain pertama dalam sejarah Persik Kediri yang dilepas dengan skema transfer, bukan pinjaman, ke klub lain.
- Bek kanan 32 tahun itu pulang ke kampung halaman setelah 12 tahun berkarir di perantauan, termasuk membela Persija dan Bali United.
- Semen Padang, yang baru terdegradasi, merekrut Novri sebagai bagian dari persiapan promosi kembali ke kasta tertinggi Liga Indonesia.

Novri Setiawan resmi meninggalkan Persik Kediri dengan skema transfer penuh menuju Semen Padang, sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah klub berjuluk Macan Putih tersebut. Pemain berusia 32 tahun itu menjadi yang pertama kali dilepas Persik melalui jalur transfer, bukan peminjaman seperti yang biasa dilakukan.
Kepindahan ini diumumkan langsung oleh Semen Padang melalui akun Instagram resmi mereka pada akhir pekan lalu. Manajemen Kabau Sirah menyebut perekrutan Novri sebagai bentuk keseriusan dalam membangun tim yang kompetitif, terutama setelah mereka terdegradasi dari BRI Super League 2025/2026 bersama Persis Solo dan PSBS Biak. Semen Padang kini bersiap menghadapi Championship 2026/2027 dengan target promosi kembali ke kasta tertinggi.
Bagi Novri, kepulangan ke klub tanah kelahirannya memiliki makna emosional tersendiri. Selama 12 tahun berkarir di sepak bola profesional, ia belum pernah sekalipun membela klub asal Padang. Perjalanan panjangnya dimulai dari SAD Indonesia yang digembleng di Uruguay pada 2008, lalu berlanjut ke Sriwijaya FC U-21, Persebaya DU, Persija Jakarta, Bali United, dan terakhir Persik Kediri. Bersama Persija, ia meraih gelar juara Liga 1 musim 2018/2019 di bawah asuhan Stefano Cugurra.
Keputusan Semen Padang merekrut Novri tidak lepas dari pengalaman dan kepemimpinannya di lapangan. Meski musim lalu hanya tampil dalam 11 pertandingan bersama Persik, catatan karirnya yang panjang dan prestasi sebagai mantan pemain Timnas Indonesia menjadi pertimbangan utama. Manajemen klub bahkan menggunakan pepatah Minang dalam pengumuman resmi: "Sajauah-jauahnyo bangau tabang, sadalam-dalamnyo marantau akhirnyo pulang juo ka ranah Minang!" yang berarti sejauh-jauhnya burung terbang, sedalam-dalamnya merantau, akhirnya pulang ke tanah Minang.
Transfer ini juga menjadi sinyal perubahan strategi Persik Kediri dalam bursa pemain. Sebelumnya, klub lebih sering melepas pemain dengan status pinjaman. Dengan adanya skema transfer untuk Novri, Persik menunjukkan fleksibilitas baru dalam negosiasi, sekaligus mendapatkan kompensasi finansial yang mungkin lebih menguntungkan. Langkah ini bisa menjadi preseden bagi pemain lain yang ingin hengkang secara permanen.
Bagi Semen Padang, kehadiran Novri diharapkan mampu menjadi jembatan antara pengalaman dan regenerasi pemain muda. Sebagai pemain senior yang pernah merasakan atmosfer Liga Champions Asia bersama Persija, ia diharapkan membawa mentalitas juara ke dalam skuat yang tengah dibangun ulang. Pertanyaannya, mampukah Novri membawa Kabau Sirah kembali ke kasta tertinggi dalam satu musim? Ataukah ini hanya langkah awal dari perombakan besar-besaran yang direncanakan manajemen?



