Afghanistan Kokoh di Puncak: Gurbaz Bawa Tim Tamu Ungguli Irlandia 2-0
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan Afghanistan di Belfast memperpanjang dominasi mereka atas Irlandia dalam ODI, kini delapan kemenangan beruntun.
- Rahmanullah Gurbaz mencetak 71 run, sementara Rashid Khan dan AM Ghazanfar masing-masing mengambil tiga wicket untuk membatasi Irlandia di 206.
- Dengan keunggulan 2-0 di seri lima pertandingan, Afghanistan berpeluang mengunci seri saat kedua tim bertemu lagi di Stormont pada Rabu.

Afghanistan kembali menunjukkan superioritasnya atas Irlandia dalam kancah kriket internasional. Pada pertandingan kedua seri One Day International (ODI) di Stormont, Belfast, Jumat lalu, tim tamu meraih kemenangan meyakinkan dengan selisih tiga wicket. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor kemenangan beruntun Afghanistan atas Irlandia menjadi delapan pertandingan, sekaligus memimpin seri 2-0.
Kapten Irlandia, Cade Carmichael, memenangkan lemparan koin dan memilih untuk batting lebih dulu. Namun, keputusan itu tidak membuahkan hasil. Irlandia hanya mampu mengumpulkan 206 run sebelum semua wicket mereka jatuh pada 46.3 over. Penampilan apik bowler Afghanistan, terutama Rashid Khan dan AM Ghazanfar yang masing-masing mengambil tiga wicket, menjadi kunci keberhasilan menahan laju skor tuan rumah.
Rashid, yang kembali menjadi momok bagi Irlandia, merobohkan tiga batsman teratas mereka, termasuk Carmichael, Harry Tector, dan Mark Adair, dengan hanya kebobolan 44 run. Sementara itu, Ghazanfar tampil lebih efisien dengan tiga wicket hanya dengan 29 run. Fazalhaq Farooqi juga berkontribusi dengan menyingkirkan Andrew Balbirnie sejak awal, membuat Irlandia langsung tertekan.
Meski sempat ada perlawanan dari pasangan Gavin Hoey (36) dan Jai Moondra (31) yang membangun kemitraan solid, upaya mereka tidak cukup untuk membawa Irlandia ke skor yang kompetitif. Hoey, yang kemudian menjadi bowler paling sukses untuk Irlandia dengan empat wicket, menunjukkan kegigihan, tetapi dukungan dari rekan setimnya kurang optimal.
Dalam upaya mengejar target, Afghanistan tidak kesulitan berarti. Rahmanullah Gurbaz tampil gemilang dengan 71 run, memimpin jalannya innings. Meskipun beberapa wickets jatuh di sekitarnya, termasuk kapten Rahmat Shah yang tersingkir cepat, Gurbaz tetap menjadi penopang utama. Dukungan dari Rashid Khan yang mencetak 37 run di akhir innings memastikan kemenangan bagi tim tamu.
Kemenangan ini menegaskan dominasi Afghanistan dalam kriket internasional, terutama melawan Irlandia. Bagi Indonesia, meskipun kriket bukan olahraga utama, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Afghanistan, yang pernah menjadi negara yang dilanda konflik, kini menjelma menjadi kekuatan kriket yang disegani. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi negara-negara berkembang lainnya, termasuk Indonesia, yang mulai mengembangkan olahraga ini.
Pelatih Irlandia, Gary Wilson, pasti akan mengevaluasi performa timnya. Meskipun ada peningkatan dari pertandingan pertama, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama dalam hal konsistensi batting dan eksekusi di momen-momen krusial. Sementara itu, Afghanistan akan berusaha mempertahankan momentum dan mengunci kemenangan seri di pertandingan ketiga yang akan berlangsung di Stormont pada Rabu.
Pertanyaan yang menggantung: mampukah Irlandia bangkit dan memperkecil ketertinggalan, atau akankah Afghanistan semakin kokoh di puncak? Jawabannya akan terjawab dalam beberapa hari ke depan.



