Spurs Lebih Butuh Endrick daripada Gakpo: Investasi Masa Depan atau Judi Besar?
Baca dalam 60 detik
- Tottenham dikabarkan telah membuka komunikasi dengan agen Endrick, menyusul ketidakpastian masa depan pemain Brasil itu di Real Madrid.
- Perbandingan statistik menunjukkan Endrick lebih produktif dan dinamis daripada Gakpo pada musim 2025/26, meski dengan harga yang lebih terjangkau.
- Langkah ini bisa menjadi sinyal perubahan strategi Spurs dari pemain siap pakai ke talenta muda berpotensi besar, dengan risiko yang lebih tinggi.

Setelah menghabiskan lebih dari ยฃ200 juta untuk merekrut Mateus Fernandes dan Sandro Tonali, Tottenham Hotspur belum berhenti berbelanja. Kini, klub London Utara itu dikabarkan mengalihkan perhatian ke lini depan, dengan nama penyerang muda Real Madrid, Endrick, muncul sebagai target potensial. Langkah ini bisa menjadi pembeda antara sekadar mempertahankan status di Premier League atau benar-benar bersaing di papan atas.
Musim lalu, Spurs nyaris terdegradasi dan hanya selamat dengan tipis. Ketajaman lini depan menjadi masalah utama; Richarlison menjadi top skor dengan hanya 12 gol di semua kompetisi. Dominic Solanke, Randal Kolo Muani, Mathys Tel, dan Brennan Johnson masing-masing hanya mencetak enam, lima, dan empat gol. Cedera yang menimpa Wilson Odobert dan Mohammed Kudus semakin memperparah situasi. Ketergantungan pada satu pemain dan minimnya kontribusi dari penyerang lain membuat Spurs kesulitan bersaing.
Dalam upaya memperbaiki lini depan, Spurs sempat dikaitkan dengan Savinho dari Manchester City, Pedro Neto dari Chelsea, dan Cody Gakpo dari Liverpool. Gakpo, dengan pengalamannya di Premier League dan torehan 18 gol pada musim 2023/24, tampak sebagai pilihan aman. Namun, banderol ยฃ70 juta untuk pemain berusia 27 tahun yang musim lalu hanya mencetak sembilan gol di liga membuat manajemen Spurs berpikir ulang. Apakah nilai tersebut sepadan dengan kontribusi yang bisa diberikan?
Di sinilah Endrick muncul sebagai alternatif menarik. Menurut sumber internal Spurs, Harry Hotspur, klub telah melakukan pembicaraan dengan perwakilan pemain asal Brasil itu. Situasi di Real Madrid, di mana Vinicius Junior baru saja memperpanjang kontrak dan kedatangan Yan Diomande dari RB Leipzig, membuat persaingan di lini depan semakin ketat. Peluang Endrick untuk bermain reguler pun menipis, sehingga Los Blancos kemungkinan akan melepasnya, baik dengan status pinjaman maupun transfer permanen.
Endrick, yang kini berusia 20 tahun, sempat kesulitan beradaptasi di Eropa. Setelah mencetak 14 gol bersama Palmeiras pada 2023, ia hanya mampu membukukan tujuh gol di musim pertamanya di Madrid. Namun, masa peminjaman di Lyon pada 2025/26 menjadi titik balik. Ia mencetak delapan gol dan delapan assist, menunjukkan perkembangan signifikan. Mantan pelatih Real Madrid dan Brasil, Vanderlei Luxemburgo, bahkan pernah menyebut Endrick memiliki kualitas untuk menjadi pemain terbaik dunia.
Perbandingan statistik musim lalu menunjukkan keunggulan Endrick dalam hal produktivitas dan dinamika. Ia lebih sering mencetak gol, lebih lincah, dan lebih berbahaya di area lawan. Gakpo, meski lebih berpengalaman di Premier League, dianggap kurang konsisten dan harganya terlalu mahal. Dengan dana yang sudah digelontorkan untuk pemain-pemain siap pakai seperti Robertson dan Van Hecke, Spurs tampaknya ingin menyeimbangkan skuad dengan talenta muda yang bisa berkembang.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Spurs ini menarik untuk disimak. Jika berhasil, Endrick bisa menjadi bukti bahwa klub Premier League mulai berani mengambil risiko pada pemain muda berbakat daripada membayar mahal untuk pemain mapan. Ini juga menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia Tenggara, termasuk Indonesia, bahwa investasi jangka panjang pada pemain muda bisa lebih menguntungkan daripada membeli pemain asing yang sudah menurun performanya.
Keputusan Spurs untuk mengejar Endrick atau tetap pada Gakpo akan menjadi ujian bagi visi De Zerbi. Apakah ia lebih memilih keamanan sesaat atau potensi jangka panjang? Jika Endrick berhasil diadaptasi, Spurs tidak hanya mendapatkan pemain berkualitas, tetapi juga aset berharga yang bisa dijual kembali dengan harga tinggi. Namun, jika gagal, ini akan menjadi kritik tajam bagi manajemen klub. Satu hal yang pasti, bursa transfer musim panas ini masih menyimpan banyak kejutan.



