Nagatomo Cetak Rekor Asia di Piala Dunia 2026, Jepang Siap Hadapi Brasil
Baca dalam 60 detik
- Yuto Nagatomo menjadi pemain Asia pertama yang tampil di lima edisi Piala Dunia, sekaligus pemain tertua Jepang di turnamen tersebut.
- Jepang lolos ke babak 32 besar setelah ditahan imbang Swedia, dan akan berhadapan dengan Brasil dalam laga yang menentukan.
- Rekor dan kepemimpinan Nagatomo menjadi inspirasi bagi generasi baru Samurai Blue untuk mengejar gelar juara dunia.

Yuto Nagatomo resmi mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola Asia saat turun dari bangku cadangan pada menit ke-74 melawan Swedia di Piala Dunia 2026. Penampilan tersebut menandai keikutsertaannya yang kelima secara berturut-turut di turnamen terbesar sepak bola dunia, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih pemain Asia mana pun sebelumnya.
Dalam laga yang berlangsung di Dallas Stadium, Jepang harus puas bermain imbang 1-1 dengan Swedia. Daizen Maeda menjadi pencetak gol tunggal bagi Samurai Blue, namun hasil tersebut sudah cukup membawa mereka melaju ke babak 32 besar. Kini, tantangan berat menanti: Brasil, raksasa sepak bola yang selalu menjadi momok bagi tim Asia.
Nagatomo, yang kini berusia 39 tahun 286 hari, juga memecahkan rekor pribadinya sebagai pemain tertua Jepang yang tampil di Piala Dunia. Rekor sebelumnya ia buat saat melawan Kroasia di Qatar 2022, ketika berusia 36 tahun 114 hari. "Mamma mia! Mamma mia! Kegembiraan ini sungguh luar biasa," ujar Nagatomo kepada FIFA. "Empat tahun terakhir saya habiskan untuk bekerja keras, didorong oleh kekecewaan di Piala Dunia Qatar. Meski hanya bermain beberapa menit, saya benar-benar bangga."
Bagi Indonesia, pencapaian Nagatomo menjadi cermin betapa pentingnya konsistensi dan regenerasi dalam sepak bola. Jepang, yang selama ini menjadi tolok ukur sepak bola Asia, menunjukkan bahwa investasi jangka panjang pada pemain dan sistem pembinaan bisa melahirkan prestasi lintas generasi. Nagatomo, yang memulai debut Piala Dunia pada 2010, kini menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan sepak bola Jepang.
Rekan setimnya, Daizen Maeda, yang mencetak gol ke gawang Swedia, memberikan penghormatan kepada Nagatomo. "Berkat dia, tim ini bersatu. Bahkan saat dia tidak bermain, semangatnya dari bangku cadangan membuat saya bisa tampil maksimal. Kami ingin meraih sesuatu yang istimewa bersama," kata Maeda. Sementara itu, gelandang Ao Tanaka menambahkan, "Dia mengarahkan tim ke arah yang benar. Kini pekerjaan sesungguhnya dimulai. Saya berharap Yuto tetap bersama kami hingga akhir."
Jepang tidak hanya puas lolos dari fase grup. Dengan waktu istirahat hanya tiga hari sebelum menghadapi Brasil, Maeda menekankan pentingnya persiapan. "Jika kami mempersiapkan diri dengan baik, kami bisa menang," tegasnya. Keyakinan ini menunjukkan mentalitas baru Jepang yang tidak lagi gentar menghadapi tim besar.
Nagatomo telah mengejar mimpi kejayaan selama lima Piala Dunia. Kini, dengan pemimpin veteran di sisi mereka, generasi berikutnya Jepang siap mewujudkan mimpi tersebut. Pertanyaan besarnya: mampukah mereka mengalahkan Brasil dan melangkah lebih jauh? Atau akankah rekor Nagatomo menjadi sekadar catatan kaki dalam perjalanan panjang sepak bola Asia?



