Gagal ke Burnley, Craig Bellamy Dipastikan Tetap Latih Wales
Baca dalam 60 detik
- Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW) memastikan Craig Bellamy tetap menjadi pelatih kepala setelah negosiasi dengan Burnley batal.
- Kepercayaan FAW didasarkan pada prestasi Bellamy membawa Wales promosi ke Liga A Nations League dan komitmennya terhadap tim.
- Kekhawatiran publik tentang loyalitas Bellamy dibantah oleh CEO FAW Noel Mooney yang menegaskan fokus pada kampanye musim gugur.

Craig Bellamy dipastikan tetap menjabat sebagai pelatih kepala tim nasional Wales setelah rencana kepindahannya ke Burnley resmi gagal. Kepastian ini disampaikan langsung oleh CEO Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW), Noel Mooney, dalam wawancara dengan program BBC Politics Wales.
Bellamy, yang baru setahun menukangi The Dragons, sebelumnya dikabarkan tengah melakukan negosiasi lanjutan untuk menangani Burnley yang berlaga di Championship. Namun, pada Kamis lalu, kabar mengejutkan muncul bahwa kesepakatan tersebut batal. Mooney, yang berbicara pada Jumat, menegaskan bahwa Bellamy "sangat berkomitmen" pada Wales dan seluruh perhatian kini tertuju pada persiapan Nations League musim gugur ini.
"Craig telah bekerja luar biasa bersama kami. Ia berhasil membawa kami promosi dari Nations League B ke A, dan kami menantikan pertandingan melawan Portugal, Denmark, dan Norwegia di Nations League A musim gugur ini," ujar Mooney. Ia juga menyebut kegagalan Wales lolos ke Piala Dunia melalui adu penalti sebagai "lotere" dan menegaskan bahwa tim kini fokus penuh pada Nations League.
Keputusan FAW untuk tetap mempertahankan Bellamy menuai respons beragam. Mantan pemain internasional Wales, Iwan Roberts, menilai Bellamy telah "membakar banyak jembatan" akibat negosiasi dengan Burnley. Menurut Roberts, pertanyaan besar kini adalah apakah FAW akan tetap percaya pada Bellamy. Namun, Mooney dengan tegas membantah bahwa isu tersebut telah merusak reputasi Bellamy di mata penggemar.
"Craig sangat berkomitmen pada negaranya. Ia berkomitmen pada pekerjaan ini," tambah Mooney. "Setiap diskusi yang kami lakukan, ia selalu berbicara tentang masa depan dan bagaimana kami akan maju. Kami paham akan ada perbincangan di mana-mana, tapi ia di sini, dan kami semua menantikan musim gugur."
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus Bellamy ini mengingatkan pada dinamika yang kerap terjadi di sepak bola nasional, di mana pelatih sering dikaitkan dengan klub lain di tengah kontrak. Komitmen dan loyalitas menjadi isu sentral, terutama saat tim tengah membangun konsistensi. FAW memilih untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan, sebuah pendekatan yang jarang terjadi di industri sepak bola yang serba cepat.
Ke depan, Wales akan menghadapi ujian berat di Nations League A melawan tim-tim unggulan. Pertanyaan yang tersisa adalah apakah Bellamy mampu mempertahankan performa tim dan mengembalikan kepercayaan penuh publik, atau justru akan ada gejolak lebih lanjut jika hasil tidak memuaskan.



