Jakob Ingebrigtsen Kembali ke Puncak: Juara Eropa 5.000m Setelah Setahun Absen
Baca dalam 60 detik
- Pelari Norwegia itu menaklukkan cedera Achilles dengan merebut emas Eropa 5.000m, catatan waktu 13:15.29.
- Kemenangan ini menegaskan dominasinya di level kontinental, sekaligus sinyal bahaya bagi lawan di Olimpiade Paris.
- Kebugaran Ingebrigtsen pascaoperasi menjadi sorotan utama jelang musim lintasan 2025.

Jakob Ingebrigtsen membuktikan kelasnya dengan merebut gelar juara Eropa 5.000 meter di Birmingham, Senin (10/8). Pelari Norwegia itu menuntaskan balapan dalam 13 menit 15,29 detik, sekaligus memecah kebuntuan setelah hampir setahun tidak memenangi perlombaan apa pun.
Kemenangan ini terasa istimewa mengingat Ingebrigtsen baru saja melewati masa sulit. Pada Februari lalu, ia menjalani operasi pada tendon Achilles kiri. Enam pekan persiapan yang dijalaninya sebelum tampil di Birmingham dianggap kurang ideal, namun hal itu tidak tampak dari penampilannya di lintasan.
Sepanjang balapan, Ingebrigtsen tampak tenang. Ia memilih berada di tengah rombongan pelari pada awal lomba, membiarkan lawan-lawan menentukan tempo. Kilometer pertama bahkan berjalan lambat, hanya 2 menit 45 detik, sebelum ia mulai mengambil inisiatif pada beberapa lap terakhir.
Momen krusial terjadi saat memasuki lap terakhir. Ingebrigtsen sempat terjebak di belakang pelari Prancis, Jimmy Gressier. Namun, dengan akselerasi yang luar biasa di tikungan terakhir, ia berhasil melesat dan mengungguli pelari Jerman, Florian Bremm, yang finis kedua dengan selisih tipis 0,31 detik. Etienne Daguinos dari Prancis melengkapi podium ketiga.
Bagi penggemar atletik Indonesia, kemenangan ini bukan sekadar kabar dari Eropa. Ingebrigtsen adalah salah satu ikon lari jarak menengah dunia, dan performanya pasca-cedera akan memengaruhi peta persaingan di ajang-ajang besar berikutnya, termasuk Olimpiade Paris 2024 yang sudah di depan mata.
Para pengamat menilai, keberhasilan Ingebrigtsen mempertahankan gelar di tengah kondisi fisik yang belum seratus persen menunjukkan mental juara yang sulit ditandingi. Ia juga tercatat belum pernah kalah di Kejuaraan Eropa sepanjang kariernya, sebuah rekor yang semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu pelari terbaik dunia saat ini.
Ke depannya, pertanyaan besarnya adalah bagaimana Ingebrigtsen akan mengelola kebugarannya menuju Olimpiade. Apakah ia mampu tampil konsisten setelah menjalani operasi? Atau justru ini menjadi awal dari kebangkitannya yang lebih gemilang? Yang jelas, lawan-lawannya harus berpikir ulang sebelum menargetkan podium di Paris.



