The Hundred: Trent Rockets Gagal Amankan Tiket Final, Nasib Kini di Tangan Sunrisers Leeds
Baca dalam 60 detik
- Kekalahan enam wicket dari Southern Brave membuat Trent Rockets harus bergantung pada hasil laga Manchester Super Giants vs Sunrisers Leeds untuk menentukan posisi final.
- Tristan Stubbs menjadi pahlawan kemenangan Southern Brave dengan 52 run tidak terkalahkan, sementara Rockets gagal mempertahankan total 158 run.
- Jika poin akhir imbang, selisih run rate akan menjadi penentu, dengan Sunrisers Leeds unggul atas Rockets.

Laga pamungkas babak penyisihan The Hundred 2025 menyisakan drama tersendiri bagi Trent Rockets. Tim asuhan Sam Billings itu harus menelan pil pahit setelah ditaklukkan Southern Brave dengan selisih enam wicket di Trent Bridge, Minggu (4/8). Hasil ini membuat langkah Rockets menuju final otomatis menggantung, menunggu hasil pertandingan antara Manchester Super Giants dan Sunrisers Leeds yang akan berlangsung Selasa (6/8).
Kekalahan tersebut sekaligus mengubur asa Rockets untuk memuncaki klasemen. Mereka kini tertinggal empat poin dari Sunrisers Leeds yang berada di posisi kedua. Jika Sunrisers mampu mengalahkan Super Giants di Old Trafford, maka mereka yang akan melaju ke final secara langsung. Sebaliknya, jika Super Giants menang, maka Rockets masih berpeluang besar untuk mengamankan tiket final.
Namun, skenario terburuk bagi Rockets adalah jika kedua tim finis dengan poin yang sama, yaitu 24. Dalam situasi seperti ini, net run rate (NRR) menjadi penentu. Sayangnya, NRR Rockets (0,740) jauh di bawah Sunrisers (1,094). Artinya, Rockets tidak hanya butuh kemenangan Super Giants, tetapi juga harus berharap kemenangan tersebut tidak terlalu tipis agar NRR mereka tidak tergerus.
Kegagalan Rockets mempertahankan total 158 run tidak terlepas dari penampilan impresif pasangan Tristan Stubbs dan Marcus Stoinis. Duet mereka menghasilkan 70 run untuk wicket keempat, mengubah arah pertandingan. Stoinis, pemain serba bisa asal Australia, melesakkan empat four dan tiga six sebelum akhirnya terjebak oleh bola lambung Ben Sanderson. Namun, Stubbs tetap tenang dan bersama Nikhil Chaudhary memastikan kemenangan dengan tiga bola tersisa.
Bagi Southern Brave, kemenangan ini memang tidak mengubah nasib mereka yang sudah tersingkir. Namun, hasil ini memberikan suntikan moral dan menunjukkan bahwa mereka tetap kompetitif. Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Rockets, terutama bagi bowler muda Manny Lumsden yang baru berusia 17 tahun. Set pertama yang ia lemparkan diborong 19 run dan ia tidak kembali digunakan, sebuah pengalaman pahit yang bisa menjadi bahan evaluasi.
Perhatian kini beralih ke Old Trafford. Laga ganda yang akan digelar Selasa depan tidak hanya menentukan nasib Rockets, tetapi juga posisi Super Giants yang masih berjuang untuk finis di tiga besar. Bagi Sunrisers Leeds, kemenangan akan memastikan langkah mereka ke fase gugur. Sementara itu, bagi Super Giants, kemenangan adalah harga mati untuk menjaga asa.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, The Hundred mungkin bukan kompetisi yang familiar. Namun, formatnya yang ringkasโhanya 100 bola per timโmenawarkan tontonan yang dinamis dan mudah diikuti. Kehadiran pemain-pemain internasional seperti Tristan Stubbs dan Marcus Stoinis juga menambah daya tarik. Momen seperti ini bisa menjadi pintu masuk bagi penonton Indonesia untuk lebih mengenal kriket, terutama dengan semakin berkembangnya olahraga ini di Asia Tenggara.
Dengan segala skenario yang masih terbuka, pertanyaan besarnya adalah: akankah Trent Rockets mampu menjaga asa mereka, atau justru Sunrisers Leeds yang akan merebut tiket final? Jawabannya akan ditentukan dalam laga sengit di Old Trafford, yang juga akan disiarkan langsung melalui berbagai platform.



