Cruz Beckham Rilis EP Debut 'Wear and Tear': Kisah Hidup di Balik Gitar Psikedelik
Baca dalam 60 detik
- Cruz Beckham, anak bungsu David dan Victoria Beckham, merilis EP debut 'Wear and Tear' pada 21 Agustus dengan lagu utama yang mengisahkan pasang surut kehidupan.
- EP ini melanjutkan eksplorasi suara indie rock bersama band The Breakers, diproduseri oleh Justin Raisen dan Lewis Pesacov yang pernah bekerja dengan Kim Gordon dan Charli XCX.
- Cruz akan memulai tur AS perdananya pada Juli, termasuk festival Reading and Leeds dan Lollapalooza, setelah sukses tur Inggris dengan tiga malam sold-out di London.

Cruz Beckham, putra bungsu pasangan selebritas David dan Victoria Beckham, resmi mengumumkan perilisan extended play (EP) perdananya bertajuk Wear and Tear pada 21 Agustus mendatang. Bersamaan dengan pengumuman itu, ia merilis lagu utama yang menjadi judul EP, sebuah refleksi personal tentang suka duka yang membentuk perjalanan hidup seseorang.
Lagu Wear and Tear menghadirkan nuansa indie rock yang mentah dengan dominasi gitar terang dan riff psikedelik. Aransemennya dirancang untuk dinyanyikan bersama oleh penonton festival, menunjukkan ambisi Cruz untuk tampil di panggung besar. Lagu ini diproduseri oleh Justin Raisen dan Lewis Pesacov, duo yang namanya melejit berkat kolaborasi dengan Kim Gordon, Joji, dan Charli XCX.
Bagi Cruz, lagu ini bukan sekadar musik. Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa Wear and Tear adalah metafora dari kehidupan yang dijalani—termasuk semua pengalaman, baik manis maupun pahit. “Tak peduli seberapa berbeda pengalaman setiap manusia, kita semua pernah merasakan emosi serupa yang membuat kita manusiawi. Kita pernah di atas dan di bawah, jatuh cinta dan terluka, cemburu, sedih—kita hidup dan belajar. Kita semua punya wear and tear,” ujarnya.
EP ini merupakan puncak dari rangkaian singel yang telah dirilis Cruz bersama band-nya, The Breakers. Beberapa di antaranya adalah Yeah Yeah Yeah, Waste Your Pain yang terinspirasi dari film Risky Business, serta For Your Love—lagu yang menurutnya membantunya menemukan identitas musik. Penampilan live Cruz bersama The Breakers menuai pujian luas, membuktikan bahwa ia bukan sekadar anak selebritas yang bermain musik.
Langkah Cruz mengikuti jejak sang ibu, Victoria Beckham, yang juga pernah menjadi anggota grup musik Spice Girls. Namun, Cruz memilih jalur indie rock yang kontras dengan pop komersial. Di Indonesia, fenomena anak selebritas yang merambah industri musik bukanlah hal baru. Nama-nama seperti Rafathar atau anak musisi papan atas kerap menjadi sorotan. Namun, Cruz menunjukkan bahwa ia serius membangun karier musiknya secara independen, tanpa bergantung pada nama besar orang tua.
Setelah sukses tur Inggris yang melewati venue-venue ikonik seperti King Tuts dan Komedia, Cruz bersiap untuk tur AS perdananya pada Juli. Ia akan tampil di festival-festival bergengsi seperti Reading and Leeds, Rock N Roll Circus, Lollapalooza, Outside Lands, dan Shaky Knees. Langkah ini menandai ekspansi signifikan dari basis penggemarnya yang semula terpusat di Inggris.
Pertanyaan besarnya: mampukah Cruz Beckham mempertahankan momentum dan membangun karier jangka panjang di industri musik yang kompetitif? Ataukah ia hanya akan menjadi fenomena sesaat yang meredup setelah sorotan publik beralih? Jawabannya akan mulai terlihat setelah tur AS dan respons terhadap EP perdananya.



