Tom Morello Batalkan Tur Eropa Demi Rawat Ibu di Rumah Sakit
Baca dalam 60 detik
- Gitaris Rage Against The Machine, Tom Morello, membatalkan sejumlah konser di Eropa untuk merawat ibunya yang berusia 102 tahun.
- Pembatalan terjadi setelah sang ibu, Mary Morello, kembali dirawat di rumah sakit, memaksa Morello pulang ke Amerika Serikat.
- Keputusan ini menyusul aksi politik Morello di Download Festival yang mencoret pesan anti-fasis pada gitarnya.

Tom Morello, gitaris legendaris Rage Against The Machine, memutuskan untuk membatalkan rangkaian tur solonya di Eropa setelah ibunya, Mary Morello, kembali menjalani perawatan di rumah sakit. Musisi berusia 60 tahun itu memilih untuk terbang pulang ke Amerika Serikat guna mendampingi sang ibu yang telah berusia 102 tahun.
Keputusan ini diumumkan Morello melalui unggahan di Instagram pada Selasa (25/6). Ia menyatakan bahwa konser yang seharusnya digelar di Tons Of Rock Festival di Oslo, Norwegia, dan BBK Music Legends Festival di Bilbao, Spanyol, pada akhir pekan ini terpaksa dibatalkan. Tak hanya itu, pertunjukan di London dan Paris yang sebelumnya ditunda juga resmi dicoret dari jadwal.
"Sahabat, penggemar, dan kawan-kawan, ibu saya tercinta, Mary Morello, kembali dirawat di rumah sakit dan saya harus pulang untuk merawatnya," tulis Morello. Ia menambahkan bahwa musim panas ini bersama para penggemar di Inggris dan Eropa terasa luar biasa, dan berjanji akan kembali untuk melanjutkan "gerakan yang telah kita mulai".
Sebelumnya, Morello sempat menunda pertunjukan di London dan Paris pada awal Juni karena kondisi kesehatan sang ibu. Ia berharap dapat menjadwalkan ulang pada 29 dan 30 Juni, namun rencana itu urung terwujud. Dalam unggahan sebelumnya, Morello mengungkapkan bahwa Mary yang "sangat tangguh dan tak kenal lelah" sempat membaik dan memerintahkannya untuk kembali ke panggung. Namun, kondisi terbaru memaksanya untuk kembali fokus pada keluarga.
Keputusan ini datang tak lama setelah Morello tampil di Download Festival Inggris awal bulan ini. Ia menjadi sorotan setelah mencoret tulisan "F*** TOMMY ROBINSON" di bagian belakang gitarnya, sebagai bentuk protes terhadap aktivis sayap kanan ekstrem Tommy Robinson. Aksi tersebut memicu perdebatan tentang peran politik dalam musik.
Dalam wawancara dengan Metal Hammer, Morello membela tindakannya. "Ketika orang mengatakan musisi tidak boleh terlibat politik, itu berarti mereka tidak setuju dengan politik Anda," ujarnya. Ia menekankan bahwa menyensor diri sendiri justru merugikan, baik sebagai musisi maupun dalam profesi lain. "Anda tidak boleh meninggalkan siapa diri Anda dan apa yang Anda yakini," tegasnya.
Bagi penggemar di Indonesia, pembatalan tur ini mungkin terasa jauh, namun mencerminkan dilema universal antara karier dan keluarga. Morello, yang dikenal vokal dalam isu sosial, memilih prioritas yang manusiawi. Pertanyaan selanjutnya: akankah ia dapat kembali ke panggung Eropa dalam waktu dekat, atau justru fokus pada perawatan jangka panjang sang ibu?



