Polri Mutasi 1.121 Personel: Promosi Polwan dan Pembentukan Polresta IKN Jadi Sorotan
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 1.121 perwira tinggi dan menengah Polri dirotasi melalui tujuh surat telegram yang diterbitkan 25 Juni 2026.
- Mutasi ini mencakup promosi 45 Polwan, pembentukan satu Polresta di IKN, dan peningkatan status delapan Polres tipe D.
- Langkah ini dinilai sebagai bagian dari pembinaan karier berbasis merit serta respons terhadap dinamika kamtibmas di berbagai wilayah.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali merombak jajaran personelnya dengan merotasi, memutasi, dan mempromosikan 1.121 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) melalui tujuh surat telegram yang diteken pada 25 Juni 2026. Kebijakan ini tidak hanya menyasar posisi strategis di pusat dan daerah, tetapi juga menandai perluasan struktur kewilayahan hingga ke Ibu Kota Nusantara (IKN) serta peningkatan peran polisi wanita (Polwan) dalam jabatan kepemimpinan.
Juru Bicara Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa mutasi merupakan dinamika organisasi yang wajar, bertujuan meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, dan efektivitas pelayanan masyarakat. Dari total personel yang dimutasi, 748 orang mendapat promosi atau perpindahan jabatan setara (flat), sementara sisanya menjalani rotasi atau penempatan baru. Tujuh surat telegram yang diterbitkan mencakup jumlah personel bervariasi, mulai dari 65 hingga 359 orang per ST.
Sejumlah jabatan strategis mengalami pergantian. Kapuslitbang Polri kini dipegang Brigjen Didi Hayamansyah, sementara dua kursi Kapolda berganti: Brigjen Ruddi Setiawan memimpin Polda Aceh dan Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru dipercaya sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Tiga jabatan Wakapolda juga dirotasi, yakni di Banten, Maluku, dan Papua Barat Daya. Di level kewilayahan, 190 jabatan Kapolres/Ta/Metro/Tabes diisi oleh pejabat baru.
Langkah yang menarik perhatian adalah pembentukan satu Polresta baru di kawasan IKN, yang menandai kesiapan Polri mengamankan pusat pemerintahan baru. Selain itu, empat Polres Tipe D dibentuk di Padang Lawas Utara, Sumba Tengah, Konawe Kepulauan, dan Banggai Laut. Delapan Polres lainnya—Karawang, Batang, Klaten, Tuban, Sumenep, Gowa, Banggai, dan Lombok Tengah—ditingkatkan statusnya menjadi Polresta. Menurut Trunoyudo, penyesuaian ini merupakan respons terhadap perkembangan wilayah dan tantangan keamanan yang semakin dinamis.
Kebijakan mutasi kali ini juga memberikan porsi lebih besar bagi Polwan. Sebanyak 45 personel Polwan mendapat promosi, dengan 17 di antaranya dipercaya memimpin Polres setingkat IIIA2. Trunoyudo menegaskan bahwa hal ini mencerminkan komitmen Polri terhadap pengembangan SDM berbasis kompetensi tanpa diskriminasi gender. Selain promosi dan rotasi, mutasi juga mencakup pengukuhan jabatan delapan personel, penempatan 68 lulusan Dikbangti dan S3 STIK, serta pemberangkatan 37 personel untuk mengikuti pendidikan pengembangan manajemen tahun anggaran 2026.
Trunoyudo menambahkan bahwa seluruh kebijakan mutasi didasarkan pada kebutuhan organisasi, sistem merit, dan evaluasi kinerja berkelanjutan. Dengan adanya perombakan ini, diharapkan para pejabat baru dapat segera beradaptasi dan meningkatkan kontribusi bagi institusi serta masyarakat. Pertanyaan yang mengemuka adalah apakah rotasi besar-besaran ini akan mampu menjawab tantangan kamtibmas yang kian kompleks, terutama di wilayah-wilayah baru seperti IKN dan daerah-daerah yang mengalami peningkatan status Polres.



