Pria Misterius di Balik Kematian ASN Bangkalan: CCTV Perlihatkan Aksi Sendirian
Baca dalam 60 detik
- Rekaman CCTV menunjukkan seorang pria tak dikenal mengemudikan mobil korban saat masuk Bandara Juanda, sementara korban tidak tampak di kursi penumpang.
- Keluarga curiga lokasi parkir bandara hanya tempat pembuangan jenazah, bukan lokasi kejadian perkara sebenarnya.
- Polisi dikabarkan telah mengidentifikasi pelaku, namun belum mengumumkan secara resmi.

Keluarga RYS, seorang aparatur sipil negara (ASN) asal Bangkalan yang jenazahnya ditemukan di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, mencium kejanggalan serius. Mereka meyakini ada sosok pria misterius yang terlibat langsung dalam peristiwa kematian perempuan berusia 50 tahun tersebut.
Kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan bahwa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diperlihatkan polisi memperkuat kecurigaan itu. Dalam rekaman gerbang masuk bandara, mobil Toyota Innova hitam bernopol M 1090 GP tampak dikemudikan seorang pria sendirian. Pria itu mengambil tiket parkir tanpa memperlihatkan keberadaan korban di kursi penumpang.
Risang merinci ciri-ciri pria tersebut: mengenakan masker putih, kaus biru, kacamata minus, rambut ikal, dan tidak memakai topi. Tangan kirinya memegang setir, sementara tangan kanan menjulur untuk mengambil tiket. “Di situ tampak sendirian. Tidak ada orang lain di dalam mobil,” katanya, Kamis (25/6).
Kejanggalan makin terlihat saat rekaman CCTV di area parkir dianalisis. Pria yang sama terlihat turun dari mobil dan meninggalkan lokasi, diduga menggunakan taksi. Tidak ada satu pun orang yang keluar dari sisi jok penumpang. Risang menduga jok penumpang sengaja direbahkan sejak awal agar tubuh korban tidak terlihat dari luar.
Selain bukti visual, keluarga juga menemukan keanehan pada barang-barang korban. Gelang dan kalung yang biasa dipakai RYS tidak ditemukan saat autopsi. Anting kiri lepas, diduga akibat benturan benda tumpul, sementara anting kanan dan cincin di tangan kiri diserahkan kepada keluarga. Dompet dan ponsel korban diamankan penyidik.
Risang menegaskan bahwa lokasi parkir bandara bukan tempat kejadian perkara (TKP) sebenarnya. “TKP bukan di Bandara Juanda. Itu hanya tempat pembuangan jenazah,” ujarnya. Hasil autopsi sementara menunjukkan adanya indikasi kekerasan dan kematian tidak wajar, seperti yang lazim ditemukan pada korban mati lemas atau kekurangan oksigen.
Pihak keluarga juga mendapat informasi bahwa penyidik telah mengidentifikasi pelaku, meski belum ada pengumuman resmi. “Kabarnya hanya mengatakan sudah teridentifikasi,” kata Risang. Ia meyakini ponsel korban menjadi kunci utama, karena polisi dapat melacak nomor yang paling sering dihubungi pada hari kejadian.
Polresta Sidoarjo masih mendalami kasus ini. Kasat Reskrim AKP Siko menyatakan tim Inafis dan Polsek Sedati telah dikerahkan. Jenazah korban dibawa ke RS Pusdik Bhayangkara Porong untuk autopsi lebih lanjut. General Manager Bandara Juanda, Muhammad Tohir, memastikan pihaknya mendukung penuh penyelidikan kepolisian.
Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah pria misterius itu merupakan pelaku tunggal atau bagian dari jaringan yang lebih besar? Publik menanti pengumuman resmi polisi untuk mengungkap tabir di balik kematian tragis ASN Bangkalan ini.



