Arsenal Incar Cristian Romero: Kapten Baru Berdarah Panas di Lini Pertahanan?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan serius mempertimbangkan Cristian Romero dari Tottenham, dengan nilai transfer sekitar ยฃ42 juta.
- Bek Argentina itu dinilai punya profil kepemimpinan dan agresivitas yang mengingatkan pada legenda Patrick Vieira.
- Jika terealisasi, transfer ini akan memanaskan rivalitas London Utara dan memberi dimensi baru pada lini belakang The Gunners.

LONDON โ Arsenal dikabarkan tengah menjajaki langkah mengejutkan dengan membidik bek tengah Tottenham Hotspur, Cristian Romero, pada bursa transfer musim panas ini. Langkah ini diyakini sebagai upaya The Gunners untuk menghadirkan sosok pemimpin berkarakter garang di lini pertahanan, sekaligus menjawab kerinduan akan figur dominan ala Patrick Vieira.
Kabar ini mencuat setelah jurnalis Ben Jacobs mengungkapkan dalam program talkSPORT bahwa Romero terbuka untuk bergabung dengan Arsenal. Meski belum ada pendekatan resmi, Jacobs menegaskan bahwa pembahasan internal di tubuh Arsenal sudah berlangsung serius. "Arsenal benar-benar mendiskusikan ini, jadi ini bukan cerita yang muncul tanpa dasar. Mereka belum melakukan pendekatan kepada pemain atau Tottenham," ujarnya.
Jika transfer ini terwujud, Romero akan menjadi rekrutan kedua Arsenal di lini belakang setelah kedatangan Bruno Guimaraes dari Newcastle United dengan nilai ยฃ75 juta. Kehadiran Guimaraes di lini tengah memang diharapkan mampu memberi keseimbangan, tetapi kebutuhan akan bek tengah berkarakter kuat tetap menjadi prioritas. Romero, yang berstatus kapten Tottenham musim lalu, dinilai memiliki kualitas kepemimpinan yang langka.
Perbandingan dengan Patrick Vieira bukan tanpa alasan. Dua dekade lalu, Arsenal mendatangkan Vieira dari Juventus dengan harga hanya ยฃ3,5 juta. Kini, Romero dihargai sekitar ยฃ42 juta oleh Tottenham. Meski berbeda posisi, keduanya memiliki kesamaan dalam hal agresivitas, dominasi, dan kemampuan memimpin rekan setim. Vieira menjadi ikon lewat 406 penampilan dan sembilan trofi, termasuk tiga gelar Premier League dan musim tak terkalahkan 2003/04.
Statistik Romero pada musim lalu menunjukkan kualitasnya: memenangi 7,5 duel darat per 90 menit, tertinggi di Premier League, plus 2,8 tekel per laga dan 71 persen kemenangan duel udara. Angka-angka ini menegaskan kemampuannya dalam duel fisik, yang menjadi ciri khas permainannya. Namun, temperamennya yang meledak-ledak juga kerap berujung kartu merah, sebuah kelemahan yang juga dimiliki Vieira semasa bermain.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Arsenal ini menarik untuk disimak. Persaingan ketat di papan atas Premier League kerap menjadi tontonan yang dinanti. Jika Romero pindah ke Emirates, rivalitas London Utara akan semakin panas, dan lini belakang Arsenal akan memiliki sosok yang disegani lawan. Ini juga menjadi sinyal bahwa klub-klub besar Eropa tidak ragu menggelontorkan dana besar demi pemain berprofil pemimpin.
Meski demikian, kepindahan Romero dari Tottenham ke Arsenal bukan perkara mudah. Faktor loyalitas dan rivalitas antar klub bisa menjadi penghalang. Namun, jika Arteta mampu meyakinkan Romero, bukan tidak mungkin ia akan menjadi pilar penting dalam skema permainan Arsenal. Pertanyaannya, mampukah Romero mengendalikan emosinya dan menjadi pemimpin yang lebih tenang seperti yang diharapkan? Hanya waktu yang bisa menjawab.



