Iraola Akui Liverpool Belum Siap Tempur Usai Kembali Kehilangan Keunggulan
Baca dalam 60 detik
- Liverpool menelan kekalahan kedua beruntun di pramusim usai dibalikkan Monaco 3-2 di Anfield, meski sempat unggul dua gol.
- Manajer Andoni Iraola menyoroti ketidakmampuan tim menjaga intensitas, terutama setelah pergantian pemain dan kembalinya pilar utama pasca-Piala Dunia.
- Dengan laga pembuka Premier League melawan Newcastle kurang dari dua pekan lagi, konsistensi performa menjadi pekerjaan rumah krusial bagi The Reds.

LIVERPOOL โ Tanda tanya besar menghantui kesiapan Liverpool menjelang musim baru. The Reds kembali kehilangan keunggulan dua gol dan takluk 3-2 dari Monaco dalam laga uji coba di Anfield, Minggu (10/8). Ini menjadi kekalahan kedua beruntun di pramusim setelah sebelumnya dibantai Leeds United 4-2, memunculkan kekhawatiran serius jelang laga pembuka Premier League melawan Newcastle United pada 23 Agustus.
Manajer Andoni Iraola tidak menutup mata atas masalah yang dihadapi timnya. Dalam pernyataannya kepada kanal resmi klub, ia mengakui bahwa anak asuhnya tampil impresif pada 30 menit pertama, tetapi kemudian kehilangan kendali permainan. "Kami bermain sangat baik di babak pertama, terutama 30 menit awal, tetapi saat ini mungkin kami belum punya lebih banyak dalam hal level yang dibutuhkan untuk bermain seperti ini," ujarnya.
Fenomena ini bukan kali pertama terjadi. Pada laga kontra Leeds, Liverpool juga sempat unggul dua gol sebelum akhirnya kebobolan empat kali. Pola yang sama terulang kontra Monaco. Iraola menilai ada masalah fundamental dalam menjaga intensitas sepanjang pertandingan. "Kami memenangi dua laga pertama, tetapi dua laga terakhir kami tidak bisa mempertahankan level yang kami inginkan. Begitu kami melakukan pergantian, mereka mulai lelah dan tidak bisa menjaga level itu. Jadi, masih ada pekerjaan rumah," tegas pelatih asal Spanyol itu.
Kembalinya tiga pilar utama โ kapten Virgil van Dijk, kiper Alisson Becker, dan winger Cody Gakpo โ yang baru pertama kali bermain sejak Piala Dunia justru menjadi sorotan. Iraola menyebut ketiganya belum memiliki stamina untuk bermain penuh 90 menit. "Masalahnya sekarang mungkin mereka belum punya energi untuk 90 menit dan mulai lelah," kata Iraola, yang bergabung dengan Liverpool pada Juni setelah Arne Slot dipecat. "Butuh waktu dengan mereka, kami perlu lebih banyak latihan. Tapi kami bisa mengambil banyak hal positif, juga banyak hal negatif dari hari ini."
Selain masalah kebugaran, Liverpool juga masih berhati-hati dengan rekrutan anyar Jeremy Jacquet. Bek muda itu mengalami cedera bahu pada Februari lalu dan belakangan diganggu masalah lutut. Iraola mengakui pihaknya sempat ragu untuk memainkannya. "Kami ragu apakah akan memasukkannya ke skuad hari ini, kami memutuskan tidak, tapi dia seharusnya baik-baik saja untuk laga berikutnya. Ini memakan waktu lebih lama dari yang kami perkirakan," jelasnya.
Kekhawatiran ini tentu menjadi perhatian bagi pecinta sepak bola Indonesia yang menantikan aksi Liverpool di musim baru. Banyak penggemar di Tanah Air yang mengikuti perkembangan The Reds, dan performa pramusim yang kurang meyakinkan bisa menjadi sinyal bahwa persaingan di papan atas Inggris musim ini akan semakin ketat. Apalagi, rival-rival seperti Manchester City dan Arsenal terus memperkuat skuad. Jika Liverpool tidak segera menemukan konsistensi, target juara bisa kembali menjauh.
Dengan waktu kurang dari dua pekan menuju laga pembuka, Iraola dituntut segera meramu strategi dan memulihkan kondisi fisik pemain. Pertanyaan besarnya: akankah Liverpool mampu tampil penuh gairah melawan Newcastle, atau justru kembali kehilangan arah? Jawabannya akan menentukan apakah musim ini menjadi kebangkitan atau sekadar mimpi di atas kertas.



