Alexia Putellas Pilih London City Lionesses, Kejutan Transfer Terbesar Wanita
Baca dalam 60 detik
- Pemain terbaik dunia dua kali, Alexia Putellas, memutuskan bergabung dengan London City Lionesses, klub promosi WSL yang baru setahun di kasta tertinggi.
- Keputusan ini mengejutkan karena ia menolak tawaran Boston Legacy dan klub-klub elite lain, memilih proyek ambisius klub independen London Selatan.
- Kedatangan Putellas bisa mengubah peta kekuatan WSL dan menarik perhatian global ke sepak bola wanita Inggris, termasuk potensi dampak bagi pasar Asia.

Alexia Putellas, peraih Ballon d'Or dua kali berturut-turut, memilih bergabung dengan London City Lionesses, klub promosi Women's Super League (WSL) yang baru setahun menghuni kasta tertinggi. Keputusan ini menjadi salah satu transfer paling mengejutkan dalam sejarah sepak bola wanita, mengingat status Putellas sebagai ikon global dan deretan peminat yang memburunya.
Pemain asal Spanyol berusia 32 tahun itu meninggalkan Barcelona setelah 14 tahun pada Mei lalu. Selama di Camp Nou, ia mengoleksi 38 trofi, termasuk 10 gelar liga dan 4 Liga Champions. Catatan golnya pun fenomenal: 232 gol dalam 507 penampilan, menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub. Ia juga menjadi bagian penting timnas Spanyol yang juara Piala Dunia 2023 dan runner-up Euro 2025.
Menurut sumber BBC Sport, Putellas memilih London City Lionesses setelah melalui proses seleksi ketat. Boston Legacy dari Amerika Serikat menjadi pesaing terakhir, namun klub London Selatan yang akhirnya memenangkan persaingan. Meski demikian, sumber klub menyebut belum ada kesepakatan final, tetapi optimisme tinggi bahwa transfer ini akan rampung.
Langkah Putellas bergabung dengan klub yang relatif baru di papan atas ini menunjukkan pergeseran dinamika transfer sepak bola wanita. London City Lionesses, yang berdiri sebagai klub independen (tidak terafiliasi dengan klub pria), telah lama membangun reputasi sebagai tim ambisius. Mereka mulai mendekati Putellas sejak Januari dan selalu yakin bisa merealisasikan kesepakatan. Meski kedatangan Putellas gratis karena kontraknya di Barcelona habis, klub disebut menawarkan gaji substansial yang sebanding dengan statusnya.
Bagi Indonesia, transfer ini bisa menjadi angin segar bagi perkembangan sepak bola wanita di Asia Tenggara. Kehadiran Putellas di WSL akan meningkatkan eksposur liga, yang pada gilirannya dapat menginspirasi pemain muda Indonesia dan membuka peluang kerja sama dengan klub-klub Asia. Federasi Sepak Bola Wanita Indonesia (Asprov) bisa memanfaatkan momentum ini untuk mendorong program pengembangan bakat, mengingat WSL kini menjadi salah satu liga paling kompetitif di dunia.
Putellas sempat mengalami cedera ACL yang membuatnya absen di Euro 2022, namun sejak pulih ia kembali menunjukkan performa terbaiknya. Dengan bergabungnya ia ke London City Lionesses, klub yang bermarkas di Stadion Hayes Lane itu diprediksi akan menjadi ancaman serius bagi tim-tim papan atas WSL seperti Chelsea, Arsenal, dan Manchester City. Pertanyaannya, mampukah Putellas membawa klub promosi ini bersaing di level tertinggi, atau justru sebaliknya, ia akan menjadi magnet yang mengangkat pamor klub?



