Leeds United Kebut Negosiasi Gelandang Rp500 Miliar: Reinkarnasi Kalvin Phillips?
Baca dalam 60 detik
- Leeds United mempercepat pembicaraan dengan Southampton untuk merekrut Shea Charles setelah tawaran awal £20 juta ditolak.
- Gelandang asal Irlandia Utara itu disebut memiliki profil permainan yang sangat mirip dengan Kalvin Phillips, terutama dalam distribusi bola dan duel lapangan.
- Kesepakatan senilai £25 juta berpotensi menjadi investasi jangka panjang bagi Leeds yang ingin kokoh di Premier League.

Leeds United tengah mempercepat negosiasi untuk mendatangkan gelandang Southampton, Shea Charles, setelah tawaran perdana sebesar £20 juta (sekitar Rp405 miliar) ditolak pekan lalu. Langkah ini menjadi sinyal bahwa manajemen The Whites serius membangun skuad kompetitif untuk musim depan, menyusul kesepakatan pribadi dengan winger Harry Wilson yang sudah di ambang pintu.
Menurut laporan Football Insider, tim asuhan Daniel Farke kini bersiap mengajukan proposal baru demi mengamankan jasa pemain berusia 22 tahun itu. Persaingan pun kian memanas karena Everton juga dikabarkan mengincar gelandang yang pernah dijuluki "cerdas" oleh mantan pelatihnya, Russell Martin. Nilai transfer yang disebut-sebut mencapai £25 juta (sekitar Rp506 miliar) menunjukkan betapa tingginya ekspektasi terhadap pemain yang baru satu musim membela Southampton.
Charles bukanlah nama asing bagi pengamat Championship. Musim lalu, ia mencatatkan akurasi umpan 85%, menciptakan 1,2 peluang per 90 menit, serta memenangkan 6,4 duel tanah per laga—angka yang menempatkannya di 15 persen gelandang terbaik Eropa dalam hal duel. Kemampuan merebut bola (2,1 tekel per 90 menit) dan visi bermainnya membuat banyak pihak membandingkannya dengan Kalvin Phillips, produk akademi Leeds yang kini tersisih di Manchester City.
Perbandingan dengan Phillips memang tak bisa dihindari. Keduanya sama-sama gelandang bertahan yang piawai membangun serangan dari lini tengah. Namun, karier Phillips mandek di Etihad—ia hanya tampil 31 kali dalam dua musim—sementara Charles justru menunjukkan grafik menanjak. Bagi suporter Leeds yang masih merindukan sosok "Yorkshire Pirlo", Charles bisa menjadi jawaban atas kerinduan itu.
Dari sisi strategi, Farke jelas membutuhkan pengatur tempo di lini tengah. Setelah bertahan di Premier League musim lalu, Leeds tidak boleh terlena. Kegagalan merekrut Charles bisa menjadi pukulan telak, apalagi jika Everton bergerak lebih cepat. Namun, dengan dukungan pemilik anyar (49ers Enterprises), Leeds memiliki daya tawar finansial yang lebih kuat ketimbang musim-musim sebelumnya.
Bagi pembaca di Indonesia, pergerakan bursa transfer Leeds patut dicermati karena klub ini memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Jika Charles resmi berseragam putih, ia akan menjadi pemain Irlandia Utara kedua yang bermain di Elland Road setelah Stuart Dallas. Lebih jauh, kesuksesan Leeds mempertahankan status Premier League bisa berdampak pada eksposur liga di Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang menjadi salah satu pasar utama siaran langsung.
Pertanyaan besarnya: akankah Leeds berani memenuhi banderol £25 juta, atau justru kehilangan Charles karena ulah tawar-menawar yang terlalu lama? Dengan jendela transfer yang masih panjang, keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan apakah Elland Road benar-benar menemukan pewaris tahta Phillips.



