Mantan Juara Dunia Joe Cordina Terancam Bui gegara Ancam Pakai Senjata Tajam
Baca dalam 60 detik
- Joe Cordina didakwa melakukan pengancaman dengan senjata tajam di tempat umum setelah insiden di pom bensin Cardiff pada Februari lalu.
- Pertarungan perebutan gelar kelas ringan WBO yang dijadwalkan pada 4 Juli batal setelah visa AS ditolak.
- Karier Cordina yang cemerlang di atas ring kini terancam oleh proses hukum yang bisa berujung hukuman penjara.

Petinju asal Wales, Joe Cordina, harus berurusan dengan hukum setelah didakwa melakukan pengancaman dengan senjata tajam di tempat umum. Mantan juara dunia kelas super bulu itu dijadwalkan menghadapi sidang di Pengadilan Magistrat Cardiff pada Juli mendatang.
Polisi South Wales mengonfirmasi bahwa Cordina dan seorang pria lain, Jamie O'Brien, ditangkap terkait insiden di luar pom bensin di kawasan Pentwyn, Cardiff, pada Februari lalu. Cordina didakwa dengan tuduhan penganiayaan dan mengancam seseorang dengan senjata tajam di tempat umum, sementara O'Brien hanya didakwa melakukan penganiayaan. Keduanya akan menjalani sidang terpisah pada Juli.
Kabar ini menjadi pukulan telak bagi karier Cordina yang tengah bersiap menghadapi petinju Amerika, Abdullah Mason, di Cleveland pada 4 Juli. Namun, rencana itu batal setelah Kedutaan Besar AS di London menolak permohonan visa Cordina. Dalam unggahan di media sosial, Cordina mengaku sudah berusaha menjelaskan situasinya, tetapi petugas kedutaan tetap menolak.
Bagi penggemar tinju Indonesia, kasus ini mengingatkan betapa rentannya karier atlet top terganggu oleh masalah di luar ring. Di Tanah Air, beberapa petinju pernah mengalami nasib serupa akibat masalah visa atau hukum, yang menghambat peluang mereka bertarung di panggung internasional. Kasus Cordina juga menyoroti pentingnya manajemen karier yang hati-hati, termasuk aspek legal dan administrasi.
Cordina, yang pernah menjadi bagian dari program Tim GB bersama Anthony Joshua, memiliki rekor 18 kemenangan dan hanya satu kekalahanโsaat kehilangan gelar IBF kelas 130 pon dari Anthony Cacace pada Mei 2024. Setelah itu, ia bangkit dengan merebut gelar WBO global kelas ringan dan mengalahkan Gabriel Flores Jr pada Desember 2025. Namun, prestasi gemilang itu kini terancam oleh proses hukum yang bisa berujung pada hukuman penjara.
Pertarungan melawan Mason seharusnya menjadi ajang pembuktian Cordina untuk menjadi juara dunia dua kelas. Mason sendiri baru saja merebut gelar WBO kelas ringan setelah mengalahkan Sam Noakes pada November 2025. Kini, masa depan tinju Cordina berada di ujung tanduk, bergantung pada keputusan pengadilan dan kemungkinan banding atas penolakan visa.
Akankah Cordina mampu membersihkan namanya dan kembali ke jalur juara? Ataukah kasus ini menjadi akhir dari karier seorang petinju yang sempat bersinar? Publik tinju dunia, termasuk penggemar di Indonesia, menanti perkembangan selanjutnya.



