Valve Rilis Video Unboxing Steam Machine: Harga Fantastis dan Batas Waktu Pre-Order
Baca dalam 60 detik
- Valve memamerkan video unboxing Steam Machine yang mencakup proses penyetelan dan cuplikan game Silent Hill f.
- Konsol ini dibanderol mulai โฌ1.039 hingga โฌ1.428, dengan pendaftaran pre-order ditutup 25 Juni 2026 pukul 18.00 BST.
- Langkah ini menandai kembalinya Valve ke pasar perangkat keras game setelah Steam Machines generasi pertama kurang sukses.

Valve akhirnya merilis video perkenalan dan unboxing Steam Machine, konsol gaming terbaru mereka yang telah lama dinantikan. Dalam tayangan berdurasi beberapa menit itu, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut menunjukkan secara detail isi kemasan, proses pengaturan awal, serta antarmuka menu sistem. Tak ketinggalan, cuplikan permainan Silent Hill f yang dijalankan langsung di perangkat ini turut disertakan untuk memberi gambaran performa grafisnya.
Steam Machine sendiri bukanlah barang baru di jagat gaming. Valve sejatinya sudah pernah meluncurkan konsep serupa pada 2015 lalu, namun saat itu kurang mendapat sambutan hangat. Kini, dengan spesifikasi yang lebih modern dan ekosistem Steam yang semakin matang, Valve mencoba peruntungan lagi. Konsol ini dibanderol dengan harga yang tergolong tinggi: varian termurah mulai โฌ1.039 (sekitar Rp18,5 juta) dan termahal mencapai โฌ1.428 (sekitar Rp25,4 juta).
Bagi yang berminat, Valve membuka pendaftaran untuk menjadi calon pembeli pertama. Batas waktu pendaftaran ditetapkan pada 25 Juni 2026 pukul 18.00 BST. Ini berarti hanya tersisa beberapa hari lagi bagi para gamer di Eropa dan sekitarnya untuk mengamankan unit perdana. Belum ada informasi apakah pre-order akan dibuka secara global atau terbatas di kawasan tertentu.
Meski Valve belum merinci spesifikasi teknis secara lengkap, video tersebut mengonfirmasi bahwa Steam Machine hadir dengan desain kompak dan sistem operasi berbasis SteamOS. Kehadiran konsol ini menjadi angin segar bagi para penggemar PC gaming yang menginginkan perangkat dedicated tanpa harus merakit sendiri. Namun, banderol harga yang tinggi bisa menjadi batu sandungan, terutama jika dibandingkan dengan konsol mainstream seperti PlayStation 5 atau Xbox Series X yang jauh lebih murah.
Bagi pasar Indonesia, Steam Machine mungkin masih menjadi barang mewah. Dengan harga yang setara dengan gaji beberapa bulan pekerja rata-rata, perangkat ini jelas menyasar segmen enthusiast. Namun, kehadirannya bisa mendorong ekosistem gaming PC di Tanah Air, terutama jika Valve bekerja sama dengan distributor lokal untuk menyediakan layanan purna jual. Pertanyaan besarnya: akankah Steam Machine kali ini mampu merebut hati para gamer, atau akan kembali menjadi produk niche yang hanya diminati kolektor?



