Nigeria Gali Potensi Tambang Rp11.700 Triliun Lewat Program EMERGE
Baca dalam 60 detik
- Nigeria meluncurkan program EMERGE untuk mengeksplorasi cadangan mineral senilai USD 750 miliar yang belum tergarap.
- Program ini berfokus pada pemetaan geologi, mineral kritis untuk energi bersih, dan inovasi rantai nilai tambang.
- Langkah ini berpotensi mengubah peta persaingan mineral global, termasuk bagi Indonesia yang juga kaya sumber daya tambang.

Nigeria memulai babak baru dalam pengelolaan kekayaan alamnya dengan meluncurkan program eksplorasi mineral skala besar yang menargetkan potensi cadangan senilai USD 750 miliar atau setara Rp11.700 triliun. Program bernama Early-Stage Mineral Exploration and Research Grant Endowment Programme (EMERGE) ini diresmikan pekan ini dan menjadi tonggak penting bagi negara Afrika Barat yang selama ini lebih dikenal sebagai produsen minyak.
EMERGE dirancang untuk mengatasi salah satu kelemahan fundamental sektor pertambangan Nigeria: minimnya data geologi dan investasi di tahap awal eksplorasi. Program ini bertumpu pada tiga pilar utama. Pertama, eksplorasi berbasis sains dengan pemetaan geologi yang akurat untuk mengidentifikasi jenis, lokasi, dan volume mineral. Kedua, fokus pada mineral kritis yang dibutuhkan dalam transisi energi global, seperti litium, kobalt, dan elemen tanah jarang. Ketiga, mendorong riset dan inovasi di seluruh rantai nilai pertambangan, dari ekstraksi hingga pengolahan akhir. Seluruh pendanaan dikelola oleh Solid Minerals Development Fund Nigeria.
Pemerintah Nigeria telah mengidentifikasi 44 lokasi strategis yang tersebar di seluruh negeri dan gencar menarik investor asing. Target ambisiusnya, sektor pertambangan harus menyumbang 10 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) tahun ini. Namun, para pejabat mengakui bahwa tanpa data yang lebih baik, keterampilan teknis yang memadai, dan investasi tahap awal yang serius, target tersebut sulit tercapai. Celah inilah yang coba diisi oleh EMERGE.
Langkah Nigeria tidak berjalan sendiri. Pada Mei lalu, Nigeria menandatangani kemitraan dengan Turki untuk meningkatkan teknologi pertambangan dan kerja sama eksplorasi. Kesepakatan serupa juga dijalin dengan Sudan Selatan dan Afrika Selatan, yang berfokus pada pemetaan geologi dan pertukaran keahlian teknis. Langkah ini membuka peluang investasi yang lebih besar di kawasan Afrika Barat dan sekitarnya.
Komitmen finansial pun mulai mengalir. Pada Maret 2025, Nigeria mengamankan pendanaan sebesar USD 1,3 miliar dari Africa Finance Corporation untuk mendukung eksplorasi mineral dan pembangunan kilang alumina. Proyek ini bertujuan mengolah mineral mentah di dalam negeri, bukan sekadar mengekspor bahan baku mentah. Sebelumnya, pada akhir 2024, pemerintah telah mengalokasikan lebih dari USD 600 juta khusus untuk pemetaan geologi dan eksplorasi di seluruh negeri.
Semua persiapan ini akan dipamerkan dalam African Mining Week 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14โ16 Oktober. Acara tersebut akan mempertemukan investor global, lembaga keuangan, dan pejabat Nigeria dalam sesi diskusi dan jaringan yang berfokus pada peluang investasi di sektor pertambangan Nigeria.
Konteks Indonesia: Langkah Nigeria menjadi pengingat bagi Indonesia yang juga memiliki cadangan mineral kritis melimpah, seperti nikel, bauksit, dan tembaga. Kebijakan hilirisasi yang digencarkan pemerintah Indonesia sejalan dengan upaya Nigeria membangun kilang alumina. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan serupa: data geologi yang belum tuntas, investasi eksplorasi yang terbatas, dan kebutuhan transfer teknologi. Keberhasilan Nigeria dalam menggalang pendanaan multilateral dan kemitraan bilateral bisa menjadi pelajaran berharga bagi Jakarta untuk mempercepat pemetaan sumber daya mineral nasional.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Nigeria mampu mengelola ekspektasi dan menjaga momentum investasi di tengah fluktuasi harga komoditas global. Jika berhasil, program EMERGE bisa menjadi model bagi negara-negara berkembang lain yang ingin mengubah kekayaan bawah tanah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.



