Blusukan Jokowi di Lampung: PSI Minta Parpol Lain Tak Resah
Baca dalam 60 detik
- PSI menegaskan agenda blusukan Jokowi di Lampung murni undangan masyarakat dan kegiatan partai, bukan manuver politik.
- Ketua DPP PSI Bestari Barus mengkritik pernyataan miring sejumlah politisi dan mengingatkan pentingnya kedewasaan berpolitik.
- Jokowi dijadwalkan menghadiri rangkaian acara PSI dan relawan di Lampung selama 26โ28 Juni, mulai dari rakorda hingga kunjungan pesantren.

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus meminta partai politik lain yang selama ini mengkritik rencana blusukan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) ke daerah untuk tidak perlu cemas. Menurutnya, kegiatan tersebut sepenuhnya didasari undangan masyarakat dan merupakan hak konstitusional yang dilindungi undang-undang.
"Ini murni kegiatan partai dan memenuhi undangan masyarakat. Tidak perlu jadi kekhawatiran bagi mereka yang menyuarakan itu. Aman," kata Bestari melalui sambungan telepon, Kamis (25/6). Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran sejumlah kalangan yang menilai blusukan Jokowi berpotensi mengganggu stabilitas politik jelang pemilu.
Bestari juga menyoroti pernyataan miring dari beberapa politisi dan pembuat undang-undang. Ia mempertanyakan kualitas pendidikan politik yang mereka terima dari partainya masing-masing. "Kalau ada politisi yang berstatement miring seperti itu, perlu ditanyakan apakah dia mendapat pendidikan yang cukup dari partainya," ujarnya. Ia mengajak semua pihak untuk bersikap dewasa dan menghormati hak setiap warga negara untuk berkumpul dan bersilaturahmi.
Rencana blusukan Jokowi ke Lampung menuai polemik di tengah hiruk-pikuk politik nasional. Sejumlah partai politik sempat menyuarakan kekhawatiran bahwa kehadiran mantan presiden di daerah dapat dimanfaatkan untuk kepentingan elektoral tertentu. Namun, PSI membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa agenda Jokowi di Lampung telah diatur jauh-jauh hari.
Berdasarkan jadwal yang dirilis, pada hari pertama, Jumat (26/6), Jokowi akan menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Mesuji dan Tulang Bawang, serta Kirab Pawai Budaya Karnaval Gajah. Keesokan harinya, Sabtu (27/6), ia dijadwalkan bertemu tokoh adat Lampung, mengunjungi Museum Transmigrasi dan Desa Bagelen, serta menyambangi UMKM di Maliosewu dan acara relawan. Pada hari terakhir, Minggu (28/6), Jokowi akan menghadiri kirab budaya, bertemu pelaku UMKM, dan berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Qodiri.
Langkah Jokowi yang masih aktif blusukan pasca menjabat presiden dinilai sebagai bentuk konsistensi menjaga kedekatan dengan rakyat. Namun, di sisi lain, hal ini juga memicu perdebatan tentang batas peran mantan kepala negara dalam politik praktis. Pertanyaan yang mengemuka: akankah blusukan Jokowi ke Lampung menjadi preseden baru bagi mantan presiden untuk tetap terlibat dalam dinamika politik daerah?



