Atalanta Buktikan Diri sebagai Mesin Uang: Dua Pemain Dilego Rp1,7 Triliun ke Klub Premier League
Baca dalam 60 detik
- Klub Serie A Atalanta mengamankan pendapatan lebih dari €100 juta dari transfer Marco Palestra ke Chelsea dan Ederson ke Manchester United, bahkan sebelum jendela transfer resmi dibuka.
- Pencapaian ini menegaskan reputasi Atalanta sebagai klub penjual terbaik di Italia, dengan rekor penjualan pemain di atas €50 juta dalam lima bursa transfer musim panas terakhir.
- Dana segar tersebut akan diinvestasikan kembali oleh pelatih anyar Maurizio Sarri, yang dikaitkan dengan sejumlah pemain bertahan potensial seperti Nicolo Savona dan Mario Gila.

Atalanta kembali menunjukkan taringnya sebagai salah satu klub paling cerdik dalam urusan jual-beli pemain di Italia. Bahkan sebelum jendela transfer musim panas Serie A resmi dibuka pada 29 Juni, La Dea—julukan Atalanta—sudah mengantongi pendapatan lebih dari €100 juta atau setara Rp1,7 triliun dari dua kesepakatan dengan raksasa Premier League: Chelsea dan Manchester United.
Kesepakatan pertama melibatkan bek muda Marco Palestra yang akan bergabung dengan Chelsea dengan nilai total €60 juta termasuk bonus. Sementara itu, gelandang Ederson dikabarkan sudah satu kata dengan Manchester United senilai €45 juta plus bonus. Kedua transfer ini menunjukkan bahwa Atalanta tidak hanya jor-joran dalam menjual, tetapi juga mampu memaksimalkan nilai aset pemainnya di pasar global.
Tak berhenti di situ, laporan terkini menyebut Brighton & Hove Albion tengah melirik bek berusia 18 tahun, Honest Ahanor. Jika terealisasi, total pemasukan Atalanta musim panas ini bisa menembus angka €105 juta—sebuah prestasi yang sulit ditandingi klub Serie A lainnya.
Konsistensi Atalanta dalam meraup keuntungan dari penjualan pemain patut diacungi jempol. Dalam lima musim panas terakhir, mereka selalu melego setidaknya satu pemain dengan nilai di atas €50 juta. Cristian Romero ke Tottenham Hotspur (€50 juta, 2022), Rasmus Hojlund ke Manchester United (rekor klub, 2023), Teun Koopmeiners ke Juventus (paket lebih dari €60 juta, 2024), dan Mateo Retegui ke Al-Qadsiah (€65 juta, 2025) menjadi bukti nyata strategi bisnis yang terencana.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, model Atalanta ini bisa menjadi pelajaran berharga. Klub-klub di Liga 1 seringkali kesulitan mempertahankan pemain bintangnya karena minimnya daya saing finansial. Namun, pendekatan Atalanta—yang fokus pada pengembangan pemain muda dan menjual di puncak harga—menunjukkan bahwa menjadi 'klub penjual' bukanlah sebuah aib, melainkan strategi berkelanjutan untuk tetap kompetitif di level tertinggi.
Kini, perhatian beralih ke pelatih baru Atalanta, Maurizio Sarri, yang akan mengelola dana segar tersebut. Laporan menyebutkan Sarri mengincar bek kanan Nottingham Forest, Nicolo Savona, serta bek Lazio, Mario Gila, sebagai rekrutan perdana. Pertanyaan besarnya: mampukah Sarri membangun kembali skuad yang kompetitif tanpa kehilangan identitas permainan menyerang khas Atalanta? Atau justru pola jual-beli ini akan terus berulang, menjadikan Atalanta sebagai 'pabrik pemain' yang tak pernah kehabisan stok?



