Saham Semikonduktor Korea Melonjak: Micron Cetak Laba, SK Hynix Incar Pencatatan di AS
Baca dalam 60 detik
- Micron Technology membukukan laba dan proyeksi pendapatan kuartalan di atas ekspektasi, memicu reli saham semikonduktor Korea Selatan.
- SK Hynix berencana menggalang dana hingga US$29,4 miliar melalui pencatatan saham di bursa AS, menekan kesenjangan valuasi dengan Micron.
- Analis memperkirakan Samsung Electronics akan menyusul SK Hynix dengan ADR di AS, menjadi katalis valuasi saham chip Korea.

Saham-saham semikonduktor Korea Selatan melesat pada Kamis (25/6) setelah produsen memori AS, Micron Technology, merilis laba kuartalan yang melampaui ekspektasi pasar. Optimisme terhadap permintaan chip untuk kecerdasan buatan (AI) yang terus menguat menjadi pendorong utama, sekaligus menepis kekhawatiran akan kelebihan pasokan di sektor ini.
Indeks KOSPI, yang ditopang lebih dari 55 persen oleh Samsung Electronics dan SK Hynix, tercatat naik 5,2 persen pada perdagangan pagi. Kapitalisasi pasar kedua raksasa chip itu telah menembus US$1 triliun tahun ini, dengan Samsung kini bernilai sekitar US$1,47 triliunโmelampaui Tesla maupun Meta.
Micron, yang bersama produsen Korea menjadi pemasok utama chip memori untuk Nvidia, memproyeksikan laba dan pendapatan kuartalan jauh di atas perkiraan analis. Perusahaan juga mengungkapkan bahwa pelanggan telah mengikat komitmen senilai US$22 miliar untuk mengamankan pasokan chip memori. Kabar ini mendorong saham Micron melonjak 12 persen di perdagangan setelah jam bursa.
Lonjakan ini memperkuat keyakinan bahwa permintaan chip memori berbasis AI akan tetap solid, meskipun ada kekhawatiran belanja besar-besaran untuk infrastruktur AI. Analis JPMorgan dalam risetnya menyebut kelangkaan memori dipicu oleh kebutuhan eksplosif akan infrastruktur pabrik AI. Mereka menilai peran memori sebagai aset strategis dalam Artificial General Intelligence (AGI) tidak berubah, dan belum melihat tanda-tanda penurunan permintaan atau optimalisasi konten memori yang dapat meredakan ketimpangan pasokan-permintaan.
Di sisi lain, SK Hynix pada Rabu (24/6) mengumumkan rencana pencatatan saham di bursa AS dengan target dana hingga US$29,4 miliar. Langkah ini dinilai akan mempersempit kesenjangan valuasi antara SK Hynix dan pesaingnya yang lebih kecil, Micron. Kepala riset KB Securities-Jefferies, Jeff Kim, memperkirakan Samsung Electronics akan menyusul dengan menerbitkan American Depositary Receipts (ADR) di AS. Menurutnya, saham chip Korea saat ini berada di titik infleksi, dan ADR akan menjadi katalis kuat bagi valuasi mereka.
JPMorgan dalam catatan terpisah merekomendasikan investor untuk tetap ekspos maksimal pada ekuitas Korea, menyebut Korea sebagai pasar pilihan di kawasan Asia. Bank investasi itu menaikkan target KOSPI 12 bulan menjadi 12.500 poin, dari level saat ini yang berada di 8.913.
Bagi Indonesia, reli saham semikonduktor Korea menjadi sinyal positif bagi rantai pasok elektronik global. Indonesia sebagai importir komponen chip untuk perangkat telekomunikasi dan otomotif berpotensi merasakan dampak kenaikan harga jika kelangkaan memori berlanjut. Namun, di sisi lain, ekspor produk elektronik Indonesia ke Korea juga bisa terdorong jika permintaan tetap kuat. Investor Indonesia yang memiliki portofolio saham teknologi global perlu mencermati pergerakan ini sebagai indikator sentimen pasar terhadap sektor AI.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah kenaikan valuasi saham chip Korea dapat bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan potensi perlambatan belanja AI. Jika tren ADR berlanjut, bukan tidak mungkin valuasi Samsung dan SK Hynix akan mendekati level Micron, membuka babak baru persaingan di industri memori global.



