MNC Energy Berganti Nama dan Susunan Direksi, KPI Resmi Kuasai Saham
Baca dalam 60 detik
- PT MNC Energy Investments Tbk. resmi berganti nama menjadi PT Karya Pacific Energy Tbk. usai RUPST pada 22 Juni 2026.
- Pengendali perseroan beralih dari PT MNC Asia Holding Tbk. ke PT Karya Pacific Investama melalui tender offer sukarela.
- Susunan direksi dan komisaris dirombak, dengan Christian menjabat direktur baru dan Irjen Pol (Purn) Hamidin sebagai presiden komisaris independen.

PT MNC Energy Investments Tbk. (IATA) secara resmi melepas identitas lamanya dan mengubah nama menjadi PT Karya Pacific Energy Tbk. Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 22 Juni 2026. Perubahan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menandai peralihan kendali perusahaan dari Grup MNC ke PT Karya Pacific Investama (KPI), sebuah langkah yang telah diantisipasi pelaku pasar sejak pengumuman tender offer beberapa waktu lalu.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui pengunduran diri sejumlah petinggi, termasuk Santi Paramita dari posisi komisaris, Henry Suparman sebagai wakil presiden direktur, dan Anthony Putra Tjiptodihardjo sebagai direktur. Selain itu, Andrea Frans Tambunan diberhentikan dengan hormat dari jabatan direktur karena mendapat penugasan lain di lingkungan IATA. Sebagai pengganti, perusahaan mengangkat Christian sebagai direktur baru.
Manajemen menyatakan bahwa perubahan nama menjadi PT Karya Pacific Energy Tbk. bertujuan memperkuat identitas perusahaan, menyelaraskan visi dan strategi, serta meningkatkan posisi di mata pemangku kepentingan. Langkah ini juga menjadi bagian dari transisi kepemilikan setelah KPI menyelesaikan pengambilalihan saham IATA melalui mekanisme tender offer sukarela, sesuai regulasi pasar modal Indonesia.
Dengan berakhirnya RUPST, susunan dewan komisaris dan direksi IATA yang baru adalah: Presiden Komisaris (Independen) dijabat oleh Irjen Pol (Purn) Drs. H. Hamidin, sementara posisi Wakil Presiden Direktur dipegang oleh Agustinus Wishnu Handoyono. Perombakan ini diharapkan membawa arah baru bagi perusahaan yang selama ini bergerak di sektor energi.
Bagi investor dan pelaku pasar, perubahan ini menjadi sinyal bahwa IATA tengah melakukan reposisi strategis. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah PT Karya Pacific Energy Tbk. akan memperluas portofolio ke energi terbarukan atau tetap fokus pada energi fosil. Keputusan ini akan menentukan daya tarik saham IATA di bursa ke depan.



